Perum Bulog Singkawang telah sukses menyalurkan bantuan pangan kepada 1.015 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berlokasi di Kelurahan Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang cenderung meningkat. Bantuan yang diberikan mencakup 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per KPM, dialokasikan untuk periode Februari hingga Maret 2026.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Singkawang, Muslimin, menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan Perum Bulog dalam program vital ini. Ia menegaskan bahwa bantuan pangan ini sangat krusial untuk meringankan beban ekonomi warga Singkawang. Kegiatan penyaluran dilaksanakan di Kantor Lurah Pajintan pada Jumat (10/4), menandai komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Program bantuan pangan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi KPM, memungkinkan mereka untuk mengalokasikan dana yang seharusnya digunakan untuk membeli beras ke kebutuhan lain. Dengan demikian, kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi tanpa harus mengorbankan pos pengeluaran penting lainnya. Inisiatif ini juga menjadi cerminan kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan Perum Bulog dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Dampak Positif Bantuan Pangan bagi Warga Singkawang
Pemerintah Kota Singkawang memberikan apresiasi mendalam kepada Perum Bulog atas inisiatif penyaluran bantuan pangan ini. Muslimin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Singkawang, secara langsung menyampaikan terima kasih kepada Perum Bulog, baik dari kantor wilayah maupun cabang Singkawang, atas dukungan berkelanjutan mereka. Bantuan ini sangat relevan mengingat kondisi harga kebutuhan pokok yang menunjukkan kecenderungan peningkatan, sehingga sangat membantu masyarakat rentan.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima paket bantuan yang substansial, terdiri dari 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Alokasi bantuan ini mencakup kebutuhan untuk bulan Februari hingga Maret 2026, memastikan kebutuhan dasar pangan terpenuhi selama periode tersebut. Distribusi yang terencana ini bertujuan untuk memberikan keringanan finansial yang nyata bagi ribuan keluarga di Singkawang.
Program bantuan pangan ini dirancang tidak hanya untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat, tetapi juga untuk menjaga daya beli mereka. Dengan adanya bantuan beras, masyarakat tidak perlu lagi mengkhawatirkan pembelian komoditas utama ini, sehingga dapat mengalokasikan anggaran untuk keperluan lain. Hal ini secara langsung berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pokok secara lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Peningkatan Kuota Penerima Bantuan Pangan Nasional
Kepala Perum Bulog Wilayah Kalimantan Barat, Rasiwan, mengungkapkan adanya peningkatan signifikan dalam kuota bantuan pangan secara nasional. Dari sebelumnya 18 juta penerima, kini jumlahnya bertambah menjadi 33 juta penerima di seluruh Indonesia. Peningkatan ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk memperluas jangkauan program bantuan pangan, memastikan lebih banyak keluarga mendapatkan dukungan.
Khusus di Kota Singkawang, peningkatan kuota penerima bantuan pangan mencapai sekitar 80 persen. Angka ini menandakan bahwa lebih banyak warga Singkawang yang kini dapat merasakan manfaat dari program ini, mencerminkan kebutuhan yang terus meningkat. Peningkatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Rasiwan juga menegaskan bahwa Perum Bulog akan terus memastikan penyaluran bantuan pangan dilakukan secara tepat sasaran dan tepat waktu. Konsistensi dalam distribusi ini sangat penting untuk mendukung stabilitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah. Dengan demikian, program ini tidak hanya bersifat responsif terhadap kondisi saat ini, tetapi juga proaktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional.


