Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kanan) berbincang dengan pramuniaga saat meninjau ketersediaan beras di kawasan Radio Dalam, Jakarta, Minggu (14/9/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
tirto.id – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, membuka kemungkinan untuk mengekspor beras di tengah tingginya stok nasional. Adapun saat ini stok beras yang ada di Gudang Bulog telah mencapai 3,8 juta ton.
“Jadi nanti konsepnya seperti arah dari Pak Mentan, Bulog nanti akan dibesarkan agar bulog menyiapkan, merencanakan. Kalau perlu nanti Bulog itu mengekspor beras kita. Karena kita sudah overload beras kan,” jelas dia usai Kegiatan Rapat Kerja Nasional Perum Bulog Tahun 2025, dikutip dari rekaman suara yang diterima Tirto, Kamis (20/10/2025).
Dengan stok beras dalam negeri yang disebut berada pada posisi overload, ia menilai perlu ada mekanisme yang memastikan perputaran beras berjalan optimal. Salah satu opsi yang kini tengah dikaji adalah membuka peluang ekspor.
“Gimana supaya berputar beras itu, makanya kita upayakan nanti kami cari-cari ruang dan lain sebagainya peluang-peluang tersebut. Kalau memang bisa ada peluang ekspor, kita ekspor beras tersebut,” jelas dia.
Selain faktor ekonomi, potensi ekspor beras juga dinilai sebagai bentuk kontribusi Indonesia bagi negara-negara sahabat yang tengah mengalami krisis pangan.
“(Jadi) kita mungkin bisa berbagi dengan negara-negara sahabat-sahabat kita yang sedang kesulitan dan lain sebagainya. Seperti di Palestina dan lain sebagainya,” terang dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengeklaim cadangan beras Indonesia telah mencapai lebih dari 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini disampaikannya, dalam Pidato Kenengaraan Saat Sidang Bersama DPR, MPR dan DPD di Komplek Parlemen, Jumat (15/8/2025).
Tak hanya itu, Prabowo juga melihat para petani di berbagai wilayah Indonesia tersenyum karena harga gabah stabil, sehingga membuat Penghasilan mereka meningkat.
“Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, Indonesia kembali mengekspor beras dan jagung. Saya perhatikan di mana-mana, para petani tersenyum karena harga gabah stabil dan penghasilan mereka meningkat,” ujarnya.


