FUMIGASI GUDANG BERAS – Pekerja memeriksa karung beras di Gudang Perum Bulog. Perum Bulog Kanwil Jawa Timur melaksanakan fumigasi pada gudang penyimpanan beras bekerja sama dengan bersama PT Sucofindo (Persero), perusahaan BUMN yang bergerak di bidang testing, inspeksi dan sertifikasi (TIC).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perum Bulog Kanwil Jawa Timur melaksanakan fumigasi pada gudang penyimpanan beras bekerja sama dengan PT Sucofindo (Persero), perusahaan BUMN yang bergerak di bidang testing, inspeksi dan sertifikasi (TIC).
Kepala Strategic Business Unit (SBU) Komoditi dan Solusi Perdagangan PT Sucofindo, Tri Haryadi, menjelaskan bahwa fumigasi bertujuan untuk membasmi hama secara menyeluruh dan mencegah penurunan kualitas serta susut beras selama penyimpanan.
“Ini sekaligus sebagai langkah preventif terhadap potensi kerusakan yang dapat mengganggu rantai pasok pangan nasional,” ujar Tri dalam keterangan tertulis, Kamis (7/8/2025).
Tri menjelaskan, metode fumigasi yang digunakan telah sesuai standar karantina dan disesuaikan dengan karakteristik penyimpanan beras di gudang.
Selain membasmi hama aktif, fumigasi juga membantu mencegah kontaminasi silang dan memperpanjang masa simpan beras—terutama penting untuk menjaga kualitas stok dalam jangka panjang.
“Fumigasi berperan penting dalam menjaga mutu beras tetap sesuai standar. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami dalam memastikan stok pangan nasional aman dan berkualitas,” lanjutnya.
Sebagai informasi, fumigasi merupakan metode pengendalian hama dengan menggunakan gas kimia beracun (fumigan) yang disebarkan dalam ruang tertutup untuk membunuh hama secara efektif.
Lebih lanjut, Tri menekankan bahwa menjaga mutu beras selama penyimpanan juga merupakan bagian dari strategi menekan ketergantungan terhadap impor.
“Jika kualitas beras dalam negeri terjaga dengan baik, distribusi menjadi lebih efisien dan harga tetap stabil di tingkat konsumen,” katanya.
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu, menilai bahwa pelaksanaan fumigasi merupakan langkah teknis yang strategis dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
“Beras yang layak konsumsi adalah hak masyarakat. Kami terus memastikan penyimpanan beras dilakukan secara optimal, termasuk melalui fumigasi sebagai bentuk perlindungan mutu,” ujarnya.
Langgeng menambahkan, fumigasi berperan penting dalam mendukung pemenuhan standar mutu, baik untuk kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Fumigasi di gudang penyimpanan beras menjadi salah satu strategi jangka panjang dalam menjaga kualitas komoditas pangan dan mendukung program ketahanan pangan nasional.


