KARAWANG – Upaya modernisasi pertanian mulai menunjukkan hasil di Karawang. Melalui program PMO Mitra Tani, Perum Bulog melaksanakan panen padi varietas IR 32 di lahan budidaya mandiri seluas 5,5 hektare (ha), Desa Kepuh, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Lahan tersebut merupakan bagian dari total 14,5 ha budidaya yang dikelola di wilayah Karawang. Panen kali ini menjadi penanda keberhasilan penerapan Good Agriculture Practices (GAP) serta bukti bahwa efisiensi dan produktivitas pertanian dapat dicapai tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
Dalam kegiatan budidaya PMO Mitra Tani, Bulog menerapkan teknologi pertanian modern berbasis efisiensi dan keberlanjutan. Teknologi yang digunakan meliputi pemupukan menggunakan drone, pemanfaatan biostimulan dan biopestisida, serta penggunaan combine harvester machine (CHM) pada proses panen.
Wakil Direktur Perum Bulog, Marga Taufik mengatakan dengan menerapkan teknologi pertanian modern hasil panen bisa meningkat mencapai 7,2 ton per ha dari sebelumnya 4,3 ton per ha.
“Dan hasilnya setelah kita panen 5 hektare itu, hasil (panennya) cukup bagus 7,2 ton (per hektare),” ujarnya di Desa Kepuh, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa, 4 November.
Marga bilang pengolahan hasil gabah dari panen PMO Mitra Tani ini dilakukan menggunakan fasilitas milik Perum Bulog, yaitu Sentra Penggilingan Padi (SPP) Karawang.
Lebih lanjut, Marga bilang langkah ini menjadi bagian dari upaya Bulog dalam memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir, sekaligus mengoptimalkan aset perusahaan untuk mendukung ketersediaan pangan nasional.
“Jadi seperti kita tahu Bulog ini kan satu kegiatan perusahaan di hilirisasi, namun sekali lagi kita juga ingin untuk mendapatkan hasil yang bagus. Tentu kita juga butuh hasil budidaya yang bagus, makanya kita hadir untuk bersama-sama masyarakat memberikan metode tanam yang bagus,” ucapnya.


