Komisi XI DPR RI Tinjau Gudang BULOG Purwomartani, Pastikan Ketersediaan Beras dan Stabilitas Pangan Jelang Idul Adha

Komisi XI DPR RI Tinjau Gudang BULOG Purwomartani, Pastikan Ketersediaan Beras dan Stabilitas Pangan Jelang Idul Adha

YOGYAKARTA — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Perum BULOG memastikan kesiapan stok pangan nasional tetap aman dan terkendali. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI terkait pelaksanaan Public Service Obligation (PSO) dan ketersediaan stok beras pemerintah yang dilaksanakan di Kompleks Pergudangan Purwomartani Perum BULOG Kantor Wilayah Yogyakarta, Jumat (22/05/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari pengawasan langsung DPR RI terhadap kesiapan BULOG dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Direktur Operasi Perum BULOG, Andi Afdal, menyampaikan bahwa secara nasional kondisi stok beras pemerintah saat ini berada dalam posisi yang sangat aman. Menurutnya, BULOG terus melakukan penguatan cadangan beras pemerintah melalui penyerapan hasil produksi petani dalam negeri sekaligus memperkuat kapasitas penyimpanan di seluruh Indonesia. “Gudang BULOG Purwomartani ini merupakan salah satu representasi jenis gudang BULOG di seluruh Indonesia baik dari model, warna, maupun prototype yang dimiliki BULOG. Saat ini stok nasional BULOG telah mencapai 5,3 juta ton, sementara kapasitas gudang yang dimiliki BULOG sekitar 3,1 juta ton. Artinya, saat ini BULOG juga melakukan penyewaan gudang hampir setara dengan kapasitas gudang milik sendiri untuk memastikan seluruh stok dapat tersimpan dengan baik,” ujar Andi Afdal.

Kegiatan kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun bersama Anggota Komisi XI DPR RI. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi serta SVP Government Relations Danantara Dadang Suryadi. Rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi gudang, kualitas beras, tata kelola penyimpanan, hingga kesiapan distribusi beras pemerintah menjelang Hari Raya Idul Adha.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi XI DPR RI melihat secara langsung bagaimana BULOG menjalankan perannya sebagai operator pangan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional. Gudang Purwomartani menjadi salah satu titik strategis penyimpanan stok beras pemerintah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus menjadi representasi modernisasi pengelolaan gudang BULOG secara nasional.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyampaikan bahwa keberadaan gudang BULOG memiliki posisi strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait stabilisasi harga pangan nasional. Menurutnya, berbagai kebijakan intervensi pemerintah terhadap komoditas strategis seperti beras, gula, dan minyak goreng sangat membutuhkan peran BULOG sebagai pelaksana di lapangan.

“Gudang BULOG ini menjadi salah satu representasi bagaimana pemerintah melakukan upaya stabilisasi harga pangan melalui berbagai intervensi kebijakan yang berkaitan dengan beras, minyak goreng melalui DMO, maupun gula. Salah satu pelaksana utamanya tentu diserahkan kepada BULOG,” ujar Mukhamad Misbakhun.
Ia juga menyoroti langkah revitalisasi gudang yang saat ini terus dilakukan BULOG di berbagai wilayah. Menurutnya, modernisasi fasilitas pergudangan menjadi kebutuhan penting agar pengelolaan stok pangan nasional semakin optimal di masa mendatang.

“Hari ini kita melihat bagaimana BULOG melakukan revitalisasi gudang. Walaupun memang belum optimal sepenuhnya, namun kondisi lapangan seperti ini harus kita suarakan bersama karena menyangkut kebutuhan dasar penguatan pangan nasional,” lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut, Mukhamad Misbakhun juga menegaskan bahwa stigma negatif mengenai kualitas beras BULOG saat ini sudah tidak relevan lagi. Ia memastikan pengelolaan kualitas beras pemerintah yang dilakukan BULOG kini jauh lebih baik dan terjaga.

“Beras BULOG berkutu itu sudah tidak ada. Tadi kita lihat langsung kualitas penyimpanan dan pengelolaan stok di gudang sudah semakin baik,” tegasnya.
Komisi XI DPR RI juga melakukan pemantauan terhadap harga pangan yang disalurkan melalui program pemerintah. Dalam peninjauan tersebut diketahui bahwa beras program SPHP dijual dengan harga Rp55.000 per pack ukuran 5 kilogram, sedangkan beras premium Sentra Ramos dijual sekitar Rp74.000 per pack ukuran 5 kilogram. Sementara itu, harga eceran tertinggi (HET) beras berada di angka Rp14.900 per kilogram. Adapun harga Minyakita dijual sekitar Rp14.500 per liter dengan HET pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Menurut Mukhamad Misbakhun, kondisi harga tersebut menunjukkan bahwa pemerintah melalui BULOG terus berupaya menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat, terutama menjelang momentum Hari Raya Idul Adha yang identik dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga.

Direktur Operasi Perum BULOG Andi Afdal juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi XI DPR RI selama ini terhadap penguatan tugas dan fungsi BULOG sebagai penyangga pangan nasional. Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan mendasar BULOG terkait penguatan infrastruktur pangan dan kapasitas penyimpanan.

“Komisi XI DPR RI sangat banyak membantu kami selama ini. Besar harapan kami ke depan Komisi XI DPR RI dapat terus membantu kebutuhan-kebutuhan mendasar BULOG dalam menyangga kebutuhan pangan nasional, khususnya komoditas beras,” ujar Andi Afdal.

Dalam pemaparannya, BULOG Kanwil Yogyakarta juga menyampaikan capaian pengadaan beras di wilayah kerja Yogyakarta yang hingga saat ini telah mencapai 169.183 ton. Selain itu, realisasi penyaluran beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah tersebut telah mencapai 7.234 ton sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di masyarakat.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi menyampaikan bahwa seluruh jajaran BULOG di wilayah Yogyakarta terus melakukan monitoring terhadap kondisi stok, kualitas beras, dan kesiapan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terjamin.

“Kami memastikan seluruh stok pemerintah di wilayah Yogyakarta dalam kondisi aman dan siap disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat maupun program pemerintah. Monitoring kualitas dan kesiapan distribusi terus kami lakukan secara berkala,” ujar Dedi Aprilyadi.

Kegiatan kunjungan kerja berlangsung dengan penuh antusias dan diwarnai diskusi terkait penguatan cadangan pangan pemerintah, optimalisasi fasilitas pergudangan, serta penguatan distribusi pangan nasional. Peninjauan langsung ke gudang juga memberikan gambaran nyata mengenai kesiapan BULOG dalam menjaga stok dan kualitas beras pemerintah di tengah tantangan pangan global yang terus berkembang.

Perum BULOG sendiri terus menjalankan mandat pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan cadangan beras pemerintah, penyerapan hasil panen petani, stabilisasi harga pangan, serta penyaluran berbagai program bantuan pemerintah. Menjelang Hari Raya Idul Adha, BULOG memastikan seluruh jaringan distribusi dan pergudangan di berbagai wilayah Indonesia tetap siaga guna menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan masyarakat.

Melalui kunjungan kerja spesifik Komisi XI DPR RI ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan BULOG dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dapat semakin optimal. Kehadiran negara melalui penguatan stok pangan pemerintah diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kepastian kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Bagikan

Leave a Reply