Jayapura (ANTARA) – Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Papua memastikan penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke daerah terpencil di daerah ini dilakukan pasca libur Lebaran.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari di Jayapura, Selasa mengatakan, penyaluran beras SPHP akan menjangkau 40 kabupaten dan dua kota di daerah tersebut.
“Jadi penyaluran beras SPHP akan dilanjutkan pasca libur Lebaran dengan fokus ke daerah terpencil,” katanya.
Menurut Mustari, dalam pendistribusian beras SPHP ke wilayah terpencil ini, pihaknya akan berkolaborasi dengan instansi terkait sehingga semua proses penyaluran bisa selesai tepat waktu.
“Distribusi ke wilayah pedalaman sempat tertunda karena stok ditahan hingga Desember 2025 akibatnya penyaluran pada Januari-Maret 2026 belum maksimal,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pendistribusian beras SPHP di wilayah terpencil juga bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok agar harga kebutuhan pangan tetap stabil.
“Karena itu ketersediaan beras maupun minyak goreng di pasar perlu dijaga,” katanya lagi.
Dia menambahkan, dengan langkah ini, Bulog berharap masyarakat Papua tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung stabilitas ekonomi daerah.


