Perkuat Pasokan Pakan Ternak melalui Jagung Pipil, Ini Penjelasan BULOG Tarakan

TARAKAN – Sebagai upaya memperkuat pasokan pakan ternak sekaligus membuka peluang bagi petani lokal menanam jagung pipil mulai dipersiapkan oleh Perum Bulog Cabang Tarakan. Komoditas tersebut direncanakan akan disalurkan kepada asosiasi peternakan di wilayah Tarakan dan Nunukan melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung.

Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan, Zamahsyari Afsolin menjelaskan, jagung yang dihimpun Bulog nantinya diperuntukkan bagi kebutuhan pakan ternak, khususnya bagi peternak yang tergabung dalam asosiasi. Lanjutnya, hingga saat ini pihaknya masih fokus menyiapkan cadangan stok terlebih dahulu sebelum proses penyaluran dilakukan. Karena itu, distribusi jagung pipil melalui skema tersebut belum berjalan.

“Jadi nanti peruntukannya jagung akan dijual melalui SPHP Jagung ke asosiasi-asosiasi peternakan di Tarakan dan Nunukan. Ini jagung pakan ternak, jagung pipil. Kalau penyalurannya kami belum pernah, karena kami masih buffer stock dulu,” ujarnya, Senin (23/3).

Dibeberkannya, gudang Bulog Tarakan memiliki kapasitas tampung sekitar 3.500 ton. Kapasitas tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai komoditas pangan, termasuk jagung yang mulai dihimpun dari hasil panen petani. Di sisi lain, ia mengakui pengembangan jagung pipil di Kalimantan Utara (Kaltara) masih menghadapi tantangan karena petani lebih familiar menanam jagung manis yang lebih cepat terserap pasar.

“Petani di Kaltara ini sebenarnya kreatif, tapi selama ini banyak yang menanam jagung manis karena begitu panen langsung bisa dijual ke pasar. Kalau jagung pipil memang belum terlalu familiar. Tapi memastikan siap menyerap hasil panen petani apabila mulai mengembangkan jagung pipil. Ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Bulog untuk memastikan ketersediaan bahan baku pakan ternak,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan jagung pipil akan berdampak pada sektor peternakan karena komoditas tersebut merupakan bahan utama pakan ternak, terutama untuk ayam pedaging dan ayam petelur. Selain itu, program pengembangan jagung pipil juga diharapkan mendukung berbagai program pemerintah terkait ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

“Jadi ini bukan hanya untuk konsumsi langsung, tapi untuk mendukung kebutuhan pakan ternak dan program pangan pemerintah. Kami menetapkan standar pembelian jagung pipil dengan kadar air maksimal 14 persen. Jagung tersebut akan dibeli dengan harga Rp 6.400 per kilogram dengan ketentuan sudah sampai di gudang Bulog. Sampai di gudang Bulog kami beli dengan harga Rp 6.400 per kilogram,” pungkasnya. (zac/jnr)

Bagikan

Leave a Reply