LHOKSUKON, KOMPAS.com – Badan Urusan Logistik (Bulog) Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, memberikan 11 ton beras tambahan untuk penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Jumat (13/3/2026).
Kepala Bulog Lhokseumawe, Muhammad Iqbal dihubungi per telepon menyebutkan, beras itu saat ini sedang dalam penyaluran di Aceh Utara.
“Dengan tambahan 11 ton itu, maka Aceh Utara sudah menerima beras sebanyak 2.816.954 kilogram. Itu terhitung sejak awal banjir November 2025 hingga hari ini,” sebut Iqbal.
Sedangkan untuk Kabupaten Bireuen sudah disalurkan sebanyak 909.310,5 kilogram, Kota Lhokseumawe sebanyak 990.687 kiloogram. “Persediaan beras kita cukup.
Jika daerah butuh tambahan beras lagi untuk penyintas banjir, silakan diajukan lagi. Stok kita cukup,” ujar Iqbal.
Dia menjelaskan, secara keseluruhan stok beras Bulog Lhokseumawe sebanyak 18 ribu ton. Jumlah itu cukup untuk lima bulan ke depan untuk wilayah Lhokseumawe, Bireuen dan Aceh Utara.
Tidak Ada Kenaikan Harga
Selain itu, menjelang lebaran, tidak ada kenaikan harga jual beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Lhokseumawe.
Saat ini, harga jual beras medium di Pasar Inpres Lhokseumawe Rp 14.000-14.500 per kilogram, beras premium Rp 15.300-15.700 per kilogram.
“Program operasi pasar dari pemerintah dan sejumlah lembaga berdampak besar menjaga stabilitas harga beras di pasar,” katanya.


