Jayapura (ANTARA) – Perum Bulog menyatakan siap menampung dan membeli seluruh beras hasil panen petani di Kabupaten Merauke, Papua Selatan .
Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari di Jayapura, Selasa, mengungkapkan untuk musim tanam tahun 2026, Bulog menargetkan membeli beras dari petani Merauke sebanyak 27 ribu ton.
“Target tersebut memang cukup banyak besar, namun kami yakin akan terpenuhi mengingat selama musim tanam 2025, Bulog telah membeli beras sebanyak 22 ribu ton dari target 15 ribu ton,” ujarnya.
Beras yang dibeli Bulog dari petani di Merauke itu selain untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Provinsi Papua Selatan juga didistribusikan ke kota-kota lainnya di Tanah Papua seperti Timika, Fak-fak dan Sorong.
“Memang Merauke sudah menjadi pemasok pangan, khususnya beras di Tanah Papua selain Jawa Timur dan Sulawesi Selatan,” kata Ahmad Mustari.
Dikatakannya, untuk awal tahun ini belum semua petani di enam distrik yang memanen padi, karena saat ini baru dua distrik yang sudah melakukan panen yakni Distrik Kurik dan Distrik Tanah Miring.
Beras produksi petani Merauke dibeli Bulog seharga Rp 12.000/kilogram dan berharap makin banyak hasil panen petani yang ditampung.
Ketika ditanya tentang daya tampung gudang milik Bulog di Merauke, Ahmad Mustari mengatakan, saat ini kapasitas gudang penampungan beras di Merauke cukup untuk menampung hasil panen petani.
“Bila nantinya daya tampung gudang sudah tidak memadai maka pihaknya akan menggunakan gudang pihak lainnya sehingga beras yang dibeli tetap terjaga kualitasnya,” harap Ahmad Mustari.


