Jakarta, 6 Maret 2026 – Perum BULOG memastikan ketersediaan stok beras nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 H. Kepastian tersebut disampaikan dalam rangkaian Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang dilaksanakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (6/3).
Kunjungan kerja di Makassar dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses, Nurdin Halid, bersama sejumlah anggota Komisi VI DPR RI dan dihadiri perwakilan pemerintah daerah, Badan Pengaturan BUMN, serta jajaran direksi BUMN dari sektor transportasi, energi, dan pangan.

Sementara itu, kunjungan kerja di Semarang dipimpin oleh Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, bersama jajaran anggota Komisi VI DPR RI serta dihadiri Gubernur Jawa Tengah, perwakilan Kementerian Perdagangan, Badan Pengaturan BUMN, perbankan Himbara, serta BUMN sektor pangan seperti Perum BULOG dan ID Food.
Wakil Direktur Utama Perum BULOG Mayjen TNI (Purn) Dr. Marga Taufiq dalam pertemuan di Makassar menyampaikan bahwa BULOG juga terus memperkuat pengadaan beras dalam negeri melalui penyerapan gabah dan beras petani.
“Bulog akan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idulfitri. Kami memperkuat penyerapan gabah dan beras petani, memperluas distribusi, serta melakukan monitoring harga secara intensif agar setiap gejolak pasar dapat segera direspons,” ujar Marga.

Hingga awal Maret 2026, realisasi pengadaan beras dalam negeri oleh BULOG telah mencapai sekitar 699 ribu ton sebagai bagian dari upaya memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, BULOG juga memperkuat stabilisasi harga melalui penyaluran program SPHP yang hingga saat ini telah mencapai lebih dari 10 ribu ton guna menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Perum BULOG, Febby Novita, menyampaikan bahwa secara nasional stok beras yang dikelola BULOG saat ini mencapai sekitar 3,6 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 642 ribu ton berada di wilayah Jawa Tengah.
“Stok beras yang dikelola BULOG saat ini sekitar 3,6 juta ton secara nasional. Jumlah tersebut kami pastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Febby.

Selain menjaga ketersediaan stok, BULOG juga terus mengoptimalkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga awal Maret 2026, realisasi penyaluran SPHP secara nasional telah mencapai sekitar 229 ribu ton melalui berbagai kanal distribusi seperti gerakan pangan murah dan jaringan ritel.
Selain itu, BULOG juga akan menyalurkan Bantuan Pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng kepada masyarakat. Untuk wilayah Jawa Tengah, penyaluran bantuan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada 11 Maret 2026.
Melalui penguatan stok, peningkatan pengadaan dalam negeri, serta distribusi pangan yang merata, BULOG berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sehingga masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang.


