BULOG siapkan gudang penyimpanan alternatif pastikan pasokan pangan

Jakarta (ANTARA) – Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta Banten berencana menyiapkan gudang penyimpanan alternatif melalui kerja sama dengan PD Pasar Jaya DKI untuk penggunaan kios atau toko di pasar sebagai gudang penyimpanan agar pasokan pangan tersedia hingga ke pedagang atau pengecer.

“Kami memeriksa kesiapan kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan kios atau toko sebagai gudang penyimpanan alternatif,” kata Pemimpin Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten Taufan Akib di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan penggunaan kios atau toko di setiap pasar yang dikelola PD Jaya bertujuan memastikan pasokan stok bahan pangan bagi pedagang pengecer akan selalu tersedia.

Taufan menjelaskan saat ini stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang-gudang Kanwil DKI Jakarta dan Banten sebanyak 218.000 ton.

Ia merinci di gudang-gudang DKI Jakarta sebanyak 131.000 ton dan di gudang-gudang Banten sebanyak 87.000
ton.

Sementara untuk komoditas Minyakita penyaluran berjalan sesuai ketentuan yaitu Permendag Nomor 43 Tahun 2025, dengan harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp15.700 per liter.

Taufan menambahkan pada Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, pihaknya juga mengintensifkan sinergi pemangku kebijakan untuk mencegah potensi spekulasi harga dan penimbunan barang.

“Kami bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan, serta instansi terkait mencegah spekulasi harga dan penimbunan barang,” kata dia.

Ia upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus menciptakan kondisi pasar yang kondusif.

Selain itu Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten akan terus melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan komoditi tetap terjaga.

“Melalui langkah proaktif ini, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mendukung terciptanya situasi pangan yang aman, stabil, dan terkendali,” kata dia.

Sebelumnya Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten kembali melaksanakan monitoring pasar secara acak ke sejumlah Pasar Tradisional di DKI Jakarta.

“Monitoring kali ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan komitmen kami dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” katanya.

Ia mengatakan Bulog selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan komoditi pangan seperti beras dan minyak dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa stok yang ada di gudang-gudang Kanwil DKI Jakarta dan Banten dalam kondisi aman.

“Pendistribusian komoditi pangan baik beras maupun minyak goreng kami masifkan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri” kata dia.

Bagikan

Leave a Reply