Kabar BUMN – Perum BULOG terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menggelar pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak guna memperkokoh sinergi percepatan penyerapan gabah beras hasil panen petani tahun 2026.
Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kolaborasi lintas sektor agar hasil panen petani dapat terserap secara optimal oleh negara.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan beras nasional sekaligus mendukung kebijakan pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Melalui penyerapan gabah yang maksimal, BULOG berupaya menjaga keseimbangan stok beras nasional, menstabilkan harga baik di tingkat petani maupun konsumen, serta memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa kolaborasi dengan TNI Angkatan Darat memiliki peran strategis, terutama dalam pengawalan penyerapan gabah hingga ke tingkat desa.
“Sinergi BULOG dengan TNI AD, khususnya melalui peran Babinsa di lapangan, sangat penting untuk memastikan penyerapan gabah petani berjalan cepat, merata, dan tepat sasaran,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Ia menjelaskan, keberadaan Babinsa yang bersentuhan langsung dengan petani di wilayah binaan akan memperkuat proses pendampingan selama masa panen raya.
Selain itu, peran Babinsa juga membantu BULOG memperoleh data serta informasi lapangan yang lebih akurat, sehingga proses penyerapan dapat dilakukan secara responsif sesuai kondisi di masing-masing daerah.
“Kami ingin memastikan petani mendapatkan kepastian serapan dan harga yang wajar.
“Dengan keterlibatan Babinsa, diharapkan potensi kendala di lapangan dapat segera diantisipasi, sehingga hasil panen petani benar-benar terlindungi,” lanjutnya.
Lebih jauh, Ahmad Rizal Ramdhani menekankan bahwa sinergi BULOG dan TNI AD merupakan langkah jangka panjang dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional.
“Penyerapan gabah bukan hanya soal stok, tetapi juga tentang keberpihakan kepada petani dan keberlanjutan sistem pangan nasional.
“Ini adalah fondasi penting menuju ketahanan dan swasembada pangan yang berkelanjutan,” tutupnya.***


