BULOG Jateng Pastikan Stok Pangan di Jateng Aman 6 Bulan ke Depan, Tiap Hari Serap 3.000 Ton

SEMARANG, KOMPAS.com – Menjelang momentum hari besar keagamaan nasional, yakni Lebaran dan Nyepi 2026, Kantor Wilayah Bulog Jawa Tengah memastikan ketersediaan bahan pangan pokok aman.

Apalagi setiap hari 3.000 ton beras diserap dari petani Jawa Tengah.

Bahkan menurut pemetaan stok pangan di wilayah Jawa Tengah terbaru, stok disebut mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar enam bulan mendatang.

Kepala Kanwil Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, mengatakan kini Bulog memiliki stok yang cukup besar, baik untuk komoditas beras maupun komoditas pendukung lainnya.

“Ya alhamdulillah stok yang dikuasai oleh Bulog di Jawa Tengah sangat cukup, baik itu cadangan beras pemerintah, minyak kita, maupun yang lain, khususnya dua komoditas ini,” kata Sri Muniati, saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).

Stok beras sapai 365.000 ton

Dia juga menyampaikan jumlah stok cadangan beras, baik pemerintah maupun komersial, mencapai angka 365.701 ton beras.

Jumlah akan terus bertambah sekitar 3.000 ton setiap harinya bersamaan dengan penyerapan hasil panen petani di Jawa Tengah.

Dia memastikan ketersediaan gudang untuk menampung serapan beras oleh Bulog.

“Ini (stok) akan terus bertambah karena rata-rata serapan di Jawa Tengah 3.000 ton setara beras. Space gudang juga masih memadai sehingga tidak perlu ada kekhawatiran apabila petani dan mitra pelaku industri pemberasan ingin memasok ke bulog, Kami siap untuk menerima meskipun pada libur panjang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dengan pola distribusi saat ini, Sri meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan.

Pasalnya serapan beras dari petani akan terus masuk secara bertahap dan gerakan pangan murah terus digencarkan.

“Memang ini hanya sekitar 5 bulan karena bantuan pangan ini itu kan hanya Februari, Maret nih dan itu disalurkan sekarang. Selanjutnya kita hanya menyalurkan sedikit untuk beras SPHP gitu. Nah, jadinya cukup banyak. 5-6 bulan, setengah tahun masih mampu,” ujarnya.

Sebelumnya dia menyebut telah menyalurkan cadangan beras untuk tanggap darurat bencana yang beberapa kali terjadi di Jateng. Sri mengaku siap menyalurkan bantuan bila ada permintaan darurat.

Bagikan

Leave a Reply