Medan, Sumut (ANTARA) – Perum Bulog memastikan pasokan beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan minyak goreng mencukupi kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara hingga Lebaran 2026.
“Kami ingin memastikan tugas yang diberikan oleh pemerintah kepada Bulog dalam penyediaan beras SPHP dan minyak goreng juga dilakukan di Sumut,” ujar Anggota Dewan Pengawas Perum Bulog Pusat Irjen Pol (Purn) Verdianto Bitticaca di Medan, Sumut, Jumat.
Ia mengatakan stok beras di gudang Bulog tercatat 52.000 ton dan minyak goreng 1,7 juta liter yang cukup memenuhi kebutuhan pangan di wilayah dengan Ibu Kota Medan tersebut.
Lebih lanjut, ia mengatakan stok beras masih akan bertambah dari hasil pengadaan gabah atau beras, dan jika diperlukan sewaktu waktu bisa dikirim dari wilayah lain.
“Begitu juga minyak goreng yang setiap hari akan dilakukan penyediaan langsung dari pabrik untuk memenuhi permintaan pasar,” ucapnya.
Bulog mencatat harga beras SPHP di tingkat konsumen di Sumut sebesar Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 per lima kilogram, sedangkan MinyaKita di tingkat konsumen maksimal Rp15.700 per liter.
Ia mengatakan sebagai upaya perkuatan, Bulog
juga terus menyerap gabah/beras petani guna memupuk stok cadangan beras pemerintah (CBP).
“Semangat petani untuk memproduksi padi juga harus terus digalakkan, sehingga setiap petani merasa terlindungi karena hasil produksinya dijamin dengan harga yg layak” ucapnya.
Pada 2025, Indonesia mencapai swasembada beras dengan Bulog berhasil menyerap tiga juta ton beras dari produksi dalam negeri dan akan dilanjutkan dengan menyerap empat juta ton pada 2026.


