Perum Bulog Kantor Cabang Madura telah mengambil langkah proaktif untuk menjamin ketersediaan pangan di wilayahnya. Mereka mengajukan tambahan stok beras sebanyak 300 ton kepada Kantor Wilayah Bulog Jawa Timur. Pengajuan ini bertujuan memperkuat cadangan pangan lokal menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Pimpinan Bulog Kantor Cabang Madura, Ahmad Rofii, menjelaskan bahwa meskipun stok beras yang ada saat ini mencapai 1.500 ton, penambahan ini penting. Langkah ini diambil demi menjaga keberlangsungan pasokan dan mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat. Stok tersebut tersebar di berbagai gudang Bulog di empat kabupaten se-Pulau Madura.
Keputusan untuk menambah cadangan ini merupakan bagian dari strategi Bulog Madura dalam memastikan stabilitas pasokan. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras selama periode Ramadan. Upaya ini juga selaras dengan komitmen Bulog untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Penguatan Cadangan Beras dan Komoditas Lain
Saat ini, ketersediaan stok beras di gudang Bulog yang tersebar di empat kabupaten di Pulau Madura mencapai 1.500 ton. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan warga Madura dalam kondisi normal. Namun, untuk menghadapi potensi lonjakan permintaan, pengajuan tambahan 300 ton beras menjadi langkah antisipatif yang krusial.
Selain beras, Bulog Madura juga telah menyiapkan cadangan komoditas pokok lainnya. Stok gula mencapai sekitar 80 ton, sementara minyak goreng tersedia sekitar 20 ribu liter. Ketersediaan minyak goreng ini akan terus diperkuat melalui penugasan pemerintah dan distribusi dari berbagai pabrik di Jawa Timur.
Penguatan stok ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir gejolak harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. Kesiapan stok yang memadai menjadi kunci utama dalam menjamin ketenangan masyarakat.
Strategi Menjaga Stabilitas Harga dan Pasokan
Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran, Bulog Madura tidak bekerja sendiri. Mereka secara aktif melakukan pemantauan harga dengan berkoordinasi erat bersama Dinas Perdagangan setempat. Selain itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga menjadi mitra penting dalam upaya ini.
Koordinasi ini memungkinkan Bulog untuk mendapatkan data terkini mengenai pergerakan harga di pasar. Jika diperlukan, Bulog Madura menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan instansi terkait dalam menggelar operasi pasar atau pasar murah. Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan harga dan memastikan akses masyarakat terhadap bahan pokok.
Pihak Bulog mengimbau masyarakat di Madura agar tidak panik menjelang Ramadan. Ketersediaan pangan di wilayah tersebut dipastikan aman dan terjaga, baik dari sisi stok maupun distribusinya. Imbauan ini diharapkan dapat mencegah pembelian panik yang justru dapat memicu kenaikan harga.


