Perum Bulog menyalurkan 1 ton beras untuk pengungsi bencana banjir di Kudus

Kudus (ANTARA) – Perum Bulog menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 1 ton beras premium untuk para pengungsi korban bencana banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekharto kepada Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Kamis (14/1).

“Penyaluran bantuan tersebut merupakan tugas langsung dari Direksi Perum Bulog sebagai bentuk empati kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Jawa Tengah,” kata Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekharto di Kudus, Kamis.

Selain Kabupaten Kudus, kata dia, pihaknya juga mengunjungi tiga lokasi, yakni Jepara, Kudus, dan selanjutnya Pati.

“Kami turut prihatin atas musibah banjir yang dialami saudara-saudara kita di Kudus. Oleh karena itu, kami menyerahkan bantuan 1 ton beras premium,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban para pengungsi serta memberikan semangat di tengah kondisi bencana. Pihaknya juga mendoakan agar bencana banjir segera berlalu sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Perum Bulog kepada masyarakat Kudus.

“Atas nama Pemkab Kudus dan masyarakat Kudus, kami mengucapkan terima kasih kepada Perum Bulog atas kepeduliannya. Bantuan ini akan kami distribusikan kepada warga yang terdampak banjir. Semoga bantuan ini dapat memberikan semangat bagi para pengungsi,” ujarnya.

Bupati Kudus menjelaskan hingga saat ini dampak banjir masih cukup luas akibat curah hujan yang sedang hingga tinggi. Jumlah pengungsi tercatat sekitar 600 jiwa yang tersebar di tujuh lokasi pengungsian.

“Dari sisi logistik, kesehatan, dan pengamanan, semuanya sudah siap. Kami didukung oleh TNI, Polri, BPBD, relawan, serta seluruh komponen yang ada,” ujarnya.

Pemkab Kudus juga menetapkan status tanggap darurat bencana mulai 12 hingga 19 Januari 2026. Dengan penetapan tersebut, seluruh unsur kekuatan baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat terlibat dalam penanganan bencana.

Terkait kondisi kesehatan pengungsi, Sam’ani memastikan petugas kesehatan terus melakukan pemantauan. Pemerintah juga menyiapkan distribusi logistik dan makanan bagi warga yang belum mengungsi, serta pengamanan aset-aset warga oleh TNI dan Polri.

“Harapan kami hujan segera reda, genangan air cepat surut, dan masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing. Setelah itu, kami akan melakukan pendataan kerugian dan segera melakukan perbaikan,” ujarnya.

Bagikan

Leave a Reply