Bulog Bangun Gudang Beras dan Kantor Cabang di Kepulauan Meranti Mulai 2026

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan membangun gudang beras sekaligus kantor cabang di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai tahun 2026, setelah menerima hibah lahan seluas dua hektare dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kesepakatan hibah lahan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur SDM dan Umum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, dan Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) Asmar, Senin (15/12/2025) di Aula Bulog Riau Kepri.

Lahan hibah itu berlokasi di sekitar Pelabuhan Dorak, Selatpanjang, dan akan digunakan untuk pembangunan kompleks pergudangan beras serta perkantoran Bulog.

Pembangunan ini ditujukan untuk memperkuat ketersediaan dan stabilisasi harga pangan, khususnya beras, di wilayah Kepulauan Meranti.

Sudarsono mengatakan, pembangunan gudang Bulog di Meranti merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Bulog untuk mempercepat penyediaan infrastruktur pangan, terutama pasca panen.

Meski Kepulauan Meranti bukan daerah produsen beras, keberadaan gudang dinilai penting untuk menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat.

“Dengan adanya gudang beras dan kantor Bulog di Meranti, kami ingin memastikan pasokan beras selalu tersedia sehingga harga tetap stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” kata Sudarsono dalam sambutannya.

Ia menambahkan, Kepulauan Meranti dikenal sebagai daerah penghasil sagu dengan luas tanam sekitar 40 ribu hektare.

Ke depan, Bulog juga membuka peluang untuk mendukung penguatan pasca panen sagu, meski saat ini fokus utama masih pada komoditas beras.

Permudah Layanan Logistik Pangan Bagi Masyarakat

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti Asmar menyebut hibah lahan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog dalam mendukung ketahanan pangan. 

Menurutnya, keberadaan Bulog di Meranti akan mempercepat dan mempermudah layanan logistik pangan bagi masyarakat.

“Kami berharap distribusi sembako menjadi lebih lancar, merata, dan terjangkau, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan,” imbuhnya.

Penandatanganan nota kesepahaman ini disaksikan oleh jajaran kedua belah pihak dan dilanjutkan dengan pembahasan awal rencana pembangunan Gudang Bulog, yang akan dimulai setelah seluruh proses administrasi hibah diselesaikan.

Bagikan

Leave a Reply