Liputan6.com, Jakarta Seiring dengan naiknya harga beras, pemerintah menjual beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai solusi bagi masyarakat. Pemerintah melibatkan kurang lebih 30.375 outlet untuk menyalurkan penjualan beras sehingga masyarakat dapat membelinya di berbagai outlet.
“Perum Bulog melibatkan mitra lebih kurang dalam penyaluran ini di seluruh Indonesia lebih kurang dari 30.375 outlet, yaitu dari mulai jajaran pengecer pasar, kemudian kooperasi desa merah putih, kemudian melibatkan juga pemerintah daerah, termasuk juga dengan jajaran TNI-Polri, serta outlet-outlet dari Indomaret, Alfamart, dan lain sebagainya,” ujar Direktur Utama Perum Bulog, Rizal Ramdhani.
Saat ini, beras SPHP dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram. Kehadiran beras SPHP tentu membantu masyarakat, namun berbagai keluhan terkait kualitas beras juga kian berdatangan.
Salah satu keluhan datang dari seorang pembeli bernama Desi. Ia mengeluhkan beras yang dibelinya berwarna kuning, berbau apek, dan ditemukan adanya hama.
Menanggapi keluhan tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan bahwa masyarakat yang membeli beras SPHP dalam kondisi rusak diperbolehkan menukarkannya ke Bulog.
“Kalau ditemukan beras yang rusak, ini menjadi diskresi saya sebagai menteri karena semua beras yang kami produksi baik. Mungkin penyimpanannya yang bermasalah, jadi bisa langsung ditukar. Kalaupun kemasannya sudah dibuka atau ada yang rusak, tetap bisa ditukar,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam acara peluncuran GPM, Sabtu (30/8/2025).
259 Ribu Ton Beras SPHP Tersalurkan, Harga Beras Turun di 196 Kota

Perum Bulog mencatat penyaluran harian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 25 Agustus 2025 telah mencapai lebih dari 8 ribu ton ke seluruh wilayah Indonesia.
Jika di-total, pendistribusian beras SPHP sepanjang 2025 ini telah dilakukan sebanyak lebih dari 259 ribu ton. Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras medium pada pekan ketiga Agustus 2025 menunjukkan tren penurunan di sebagian besar wilayah.
Penurunan terjadi di 196 kabupaten/kota, dengan rata-rata harga turun dari Rp 14.332 per kg pada pekan ke-2 menjadi Rp 14.239 per kg pada pekan ke-3.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat distribusi beras SPHP melalui berbagai saluran resmi dan terintegrasi.
“Dengan stok yang cukup dan distribusi yang masif, kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau. Data penurunan harga di hampir dua ratus kabupaten/kota menjadi bukti nyata bahwa langkah stabilisasi pangan yang dilakukan pemerintah melalui Bulog berjalan efektif,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
Penyaluran Beras

Rizal mengatakan, penyaluran beras SPHP dilakukan melalui jaringan yang luas dan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa. Distribusi tidak hanya melalui Rumah Pangan Kita (RPK) dan ritel modern, tapi juga Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, outlet pangan binaan serta Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah.
“Bulog juga bekerja sama dengan kantor dan outlet BUMN seperti ID FOOD, PT Pos Indonesia, PT Perkebunan Nusantara, dan Pupuk Indonesia Holding Company yang berperan sebagai pengecer,” imbuhnya.


