GROUNDBREAKING GUDANG KEDELAI BULOG DI BUDURAN SIDOARJO

PRESS RELEASE
DIREKTUR SDM DAN UMUM
GROUNDBREAKING GUDANG KEDELAI BULOG DI BUDURAN SIDOARJO
Wujud Pengembangan Infrastruktur Pasca Panen


Rabu, 8 November 2017, Direktur SDM dan Umum Perum BULOG Wahyu Suparyono, disaksikan oleh Kepala Dinas PU, Kepala Dinas PMN dan Perijinan, Kajari dan Kapolres Sidoarjo melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan gudang kedelai, di Komplek Pergudangan Banjar Kemantren, Buduran Sidoarjo.

Wahyu Suparyono menjelaskan bahwa pembangunan gudang dengan kapasitas 3.500 ton dengan lebar 30 meter dan panjang 54 meter serta tinggi 7 meter, merupakan salah satu realisasi Penyertaan Modal Negara (PMN), yang direncanakan akan selesai dibangun dan dapat dioperasikan 5 bulan mendatang.

Bahwa dalam rangka melaksanakan amanah UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Perpres No. 48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perum BULOG dalam rangka ketahanan pangan nasional, maka untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat konsumen serta produsen guna mewujudkan ketahanan pangan nasional, Perum BULOG harus dilengkapi dengan ketersediaan maupun pengembangan infrastruktur pascapanen terutama padi, jagung dan kedelai (pajale). Adapun sumber pembiayaan berasal dari dana perusahaan maupun tambahan dana Penyertaan Modal Negara (PMN).

Pemberian PMN tahun anggaran 2016 kepada Perum BULOG sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas usaha dan kinerja, investasi dan memperkuat struktur permodalan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan peranan Perum BULOG sebagai salah satu agent of development agar mampu mendukung program prioritas nasional (Nawacita) antara lain dalam rangka mendukung kedaulatan pangan, pembangunan infrastruktur dan konektivitas, serta kemandirian ekonomi nasional.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Wahyu, bahwa pada akhir Desember 2016 Perum BULOG mendapatkan tambahan dana PMN sebesar 2 Triliun yang diperuntukkan untuk pengembangan infrastruktur pascapanen padi/beras, jagung dan kedelai.
PMN sebesar Rp 2 triliun tersebut akan digunakan untuk keempat kegiatan utama yaitu:
1. Peningkatan penyerapan hasil panen gabah/beras petani melalui pembangunan Modern Rice Milling Plant (MRMP) dengan kapasitas total 1.000.000 ton setara Gabah Kering Panen (GKP) per tahun di sentra-sentra produksi padi,
2. Meningkatkan kemampuan serapan dan pengolahan beras lokal maupun impor dengan membangun 16 unit mesin Rice to Rice,
3. Meningkatkan nilai tambah hasil panen jagung melalui teknologi pengeringan modern dengan pembangunan 11 unit Drying Centre dan 64 unit penyimpanan (SILO) jagung di sentra produksi jagung,
4. Pembangunan 13 unit Gudang Kedelai di sentra produksi kedelai.

Pengembangan infrastruktur pascapanen ini memang kegiatan terbesar yang pertama kali dilakukan Perum BULOG selama 14 tahun terakhir, oleh karena itu telah dilakukan berbagai kegiatan untuk mendukung kelancaran realisasi pembangunan infrastruktur. Kegiatan yang dilakukan dengan cermat dan penuh dengan semangat GCG, antara lain: menyusun kajian kelayakan Feasibility Study bekerjasama dengan konsultan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB), pembahasan dan Request For Information (RFI) dengan BUMN penyedia jasa Project Management Consultant (PMC) serta Engineering, Procurement and Construction (EPC) dalam rangka mencari informasi terkait ruang lingkup kegiatan yang akan dituangkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).

Groundbreaking selanjutnya sebagai realisasi PMN untuk pembangunan gudang pada lahan eksisting milik Perum BULOG di beberapa wilayah kerja Divisi Regional dan Subdivisi Regional diantaranya :
1. Rice to Rice sebanyak 7 unit dengan lokasi di Bandar Lampung, Subang, Klaten, Kedu (Purworejo), Jember, Pare-Pare dan Sidrap.
2. Gudang Kedele sebanyak 6 unit dengan lokasi di Bandar Lampung, Subang, Cianjur, Banyumas dan Surabaya Utara.
3. Modern Rice Milling Plant (MRMP) terintegrasi sebanyak 5 unit dengan lokasi di Ngawi, Sragen, Jember, Pinrang dan Sumbawa.
4. Corn Drying Center dan SILO sebanyak 3 unit dengan lokasi di Medan, Bulukumba dan Gorontalo.

Untuk kelengkapan infrastruktur pendukung lainnya dari dana Non PMN, Perum BULOG juga melakukan penyediaan mesin/alat kemas timbang beras dan gula, alat dan mesin pertanian (alsintan), rehabilitasi dan pembangunan gudang baru untuk komoditi beras, serta rehabilitasi dan revitalisasi Unit Pengolahan gabah/beras.


AddThis Social Bookmark Button