421.000 Ton Beras Impor Masuk Ri, Sisa 79.000 Ton

Jakarta - Lewat Perum Bulog, pemerintah mengimpor beras 500.000 ton dari Thailand dan Vietnam. Sebagian besar sudah masuk Indonesia. Berdasarkan data Bulog dimiliki ada 421 ribu ton beras impor yang sudah selesai proses bongkar di pelabuhan dan dikirim ke gudang.

"Yang tercatat, yang artinya sudah selesai proses bongkar itu 421 ribu ton berarti tinggal 79 ribu ton," kata Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Djarot Kusumayakti di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2018). Sedangkan 79 ribu ton sisanya masih dalam proses pengapalan. Nanti setelah sampai di gudang Bulog, beras impor tersebut siap disalurkan ke pasar untuk diserap masyarakat setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Perdagangan.

"Beras itu kan menjadi cadangan pemerintah. Kalau bicara cadangan beras pemerintah maka kewenangannya di Pak Mendag (Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita). Atas kewenangan itu, saya liat kemarin sudah membuatkan surat artinya kami tinggal mempersiapkan teknis operasional 1-2 hari," tambahnya.

Penyediaan beras impor sebagai salah satu upaya pemerintah menekan harga beras jelang Lebaran nanti. Pemerintah menyediakan beras impor milik Perum Bulog untuk memenuhi kebutuhan di masing-masing pasar. (hns/hns)