Waduh, Bulog Kalsel Curhat Ke Dpd Ri Soal Ancaman Beras Rusak, Begini Katanya Artikel Ini Telah Tayang Di Banjarmasinpost.co.i

Bulog Kalsel mengkhawatirkan stok beras di gudang setempat akan rusak karena faktor terlalu lama menyimpan.
Untuk menjadi beras tetap segar atau fresh, maka paling lama menyimpan hanyalah tiga bulan.
“Jadi maksimal penyimpanan itu selama tiga bulan, lebih dari itu tak jamin,” kata Kadivre Bulog Provinsi Kalsel, Dedy Supriadi, saat menerima rombongan Komite II DPD RI Senin (9/3/18).
Dedy mencontohkan jika pengadaan beras di Bulog sehari itu 1 ribu ton, maka dalam tiga bulan itu mencapai 3.000 ton. Dan sebaiknya penyaluran beras itu satu bulannya itu di atas 1.200 ton.
“Jika beras itu disimpan sampai enam bulan ke atas, maka akan terjadi kerusakan beras,” katanya.
Menurutnya, regulasi soal beras tak ada di daerah dan adanya di pemerintah pusat.
Untuk daeerah saat ini masih fleksibel untuk beras ini.
Namun ada saat ini di Kota Banjarmasin dan Tabalong sudah ada rastra daerah.
“Ini rastra tambahan selain rastra yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Ini luar biasa,” katanya.
Dedy bersyukur karena kedatangan rombongan Komite II DPD RI Kalsel diharapkan bisa memberikan solusi atas masalah yang dihadapi Bulog Kalsel.
“Kita harapkan beras yang diserap Bulog Kalsel itu juga bisa dipasarkan. Kalau terlalu banyak menyerap, kami sulit menjual tentu akan menjadi tidak sehat,” katanya.
Saat ini sering terjadi kerusakan beras karena disimpan terlalu lama digudang.
Setiap bulan dan tiga bulan sekali beras di gudang perlu mendapatkan perlu mendapatkan perlakuan khusus agar tetap segar.
“Setiap bulan beras perlu disprayin dan setiap bulan perlu dipumigasi,” katanya.
Deddy juga memberi peringatan kepala gudang Buloh Kalsel mau tidur nyenyak atau sebaliknya.
Kalau tak mau dicopot, maka kepala gudang harus kerja yang baik. Demikain juga mitra Bulog itu mau cari pahala atau dosa.
“Kalau mitra yang nakal masuk satu truk bera itu diselang-seling. Beras paling atas baik, di bawahnya beras rusak atau jelek. Silahkan dosanya itu sebesar jumlah butiran beras kalau mitra Bulog mau nakal,” katanya.
Habib Abdurramhman Bahasyim anggota DPD RI asal Kalsel, mengapresiasi kejujuran dari Bulog Kalsel yang terbuka dengan persoalan yang dihadapinya.
DPD RI itu bukan masalah dan mudah-mudahan bisa memberikan solusinya di tingkat regulasi.
“Saat ini Bulog menghadapi masalah banyak menyerap beras, namun mengeluarkan beras itu tak bisa. Bagaimana pun Bulug itu BUMN yang harus punya profit dan menanggung kerugian,” katanya.
Hadir dalam acara ini Ketua Komite II DPD RI, I Kadek Arimbawa, dan anggota DPD RI lainya.

AddThis Social Bookmark Button