Bulog Sulselbar Menaikkan Harga Beli Beras 10 Persen

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pada musim panen tahun 2017, Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ( Sulselbar) menaikkan harga beli gabah dan beras di petani.
Kenaikan harga beli ini sesuai keputusan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Kepala Divisi Perum Bulog Sulselbar, Dindin Syamsuddin mengatakan, kenaikan harga beli beras ke petani mencapai 10 persen lebih, dari Rp 3.700 menjadi Rp 4.030 per kilogram.

"Fleksibilitas harga pembelian gabah dan beras ini sudah diatur oleh pemerintah hingga kenaikannya 10 persen lebih. Kenaikan ini semata-mata untuk menyejahterakan petani. Jika petani kita sejahtera, maka ketahanan pangan kita bisa terjaga," kata Dindin, Rabu (9/8/2017).

Dindin mengklaim, stok pangan Sulselbar aman dan bahkan mampu menyuplai 11 provinsi di Indonesia mulai dari wilayah barat, Batam hingga ke timur, Papua. Termasuk pula, beras Sulsel turut disuplai ke Jakarta.
"Stok beras kita mencapai 148.000 ton dan aman hingga hampir 2 tahun mendatang. Begitu juga komoditas lainnya seperti daging kerbau, gula pasir, cabai dan bawang. Intinya stok pangan di Sulselbar mencukupi untuk Idul Adha bahkan setelahnya," tuturnya.

Dindin merinci, stok daging kerbau di Sulselbar mencapai 20.000 ton, ketersediaan cabai dan bawang berkisar 1 hingga 2 juta ton. Jumlah tersebut mencukupi kebutuhan masyarakat Sulsel. Bahkan, untuk cabai dan bawang, Bulog Sulselbar ikut menyuplai kebutuhan beberapa provinsi di Indonesia Timur.

"Jika terjadi gejolak harga di pasaran, kita sudah menyiapkan langkah antisipatif dengan memaksimalkan keberadaan Rumah Pangan Kita (RPK) untuk menstabilkan harga kebutuhan. Ratusan RPK di Sulselbar diketahui tersebar hingga ke lorong dan pelosok desa. Perbedaan harga pun sangat beda dengan harga pasaran, di mana perbedaannya harga di RPK lebih murah Rp 500 sampai Rp 1.000," tambahnya.
(Hendro)

AddThis Social Bookmark Button