Harga Beras Antar Pulai Di Ambon Bergerak Naik

Harga beras antarpulau yang ditawarkan pedagang di Kota Ambon, Maluku, kembali bergerak naik pada pekan ini.

Pantauan Antara di Pasar Mardika dan Pasar Nusaniwe, Rabu para pedagang kembali menaikkan harga beras antarpulau secara bervariasi, ada yang sekitar Rp500 per kilogramnya.

Misalnya jenis Tawon dari Rp240.000 menjadi Rp250.000/sak (25 kg), sedangkan eceran naik dari Rp10.500 menjadi Rp11.000/Kg, jenis Bulir Mas naik dari Rp234.000 menjadi Rp237.000/sak, eceran Rp10.500/kg, sedangkan cap tiga saudara seharga Rp205.000/sak, eceran 9.000/Kg.

La Janu (50), pedagang Toko Malik di Pasar Nusaniwe, mengaku terpaksa menaikkan harga jual beras Tawon hingga Rp250.000/sak, karena dari distributor juga sudah naik hingga Rp245.000/sak.

"Kami tidak bisa mempertahankan harga eceran Rp10.500/kg lagi sebab harga dari distributor sudah naik rata - rata tiap sak Rp5.000," ujarnya.

Karena itu masyarakat tidak perlu kaget sebab kalau terjadi perubahan harga di pasar berarti sudah terjadi kenaikan di tingkat distributor.

"Kalau beras operasi pasar (OP) yang dilakukan Divisi Regional Perum Bulog Maluku baik di Pasar Mardika, Nusaniwe dan Pasar Batu Merah sejak tahun 2012 tidak ada perubahan yakni Rp7.200/kg dan pedagang kembali menjualnya seharga Rp8.000/kg.

Kepala Bidang Penyaluran Divre Perum Bulog Maluku, M. Said yang dihubungi mengatakan, beras operasi pasar Bulog tidak bisa diubah harganya sebab itu ditentukan pemerintah.

"Beras bulog yang dijual itu bukan saja untuk menetralkan harga beras di pasar tetapi juga membantu masyarakat ekonomi lemah," ujarnya.

Jadi kami masih tetap melakukan operasi pasar, lanjutnya, sebab hingga kini belum ada instruksi dari Pusat terkait pemberhentian pelaksanaan operasi pasar, karenanya hal itu tetap digelar.

Dia menambahkan, pelaksanaan operasi pasar yang dilakukan Bulog Maluku selama ini juga terkait permintaan pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku.

Sedangkan kebutuhan lain yang biasanya dipasok dari sejumlah distributor yang ada di Kota Ambon juga masih normal, seperti gula pasir seharga Rp13.500/kg, telur ayam ras Rp21.000/kg dan eceran Rp1.200 per butir dan telur ayam kampung Rp3.500 /butir, daging sapi segar Rp80.000/kg, ayam pedaging Rp26.000/Kg dan ayam kampung Rp65.000/ekor jenis pejantan.

Minyak goreng pabrik seperti merek Fortun juga masih bertahan yakni Rp14.000/liter, Bimoli Rp15.000/liter dan minyak goreng tanpa merek Rp12.000/liter.

Susu kental manis merek Bendera Rp8.000/kaleng (397 gr), Merek Nona Rp8.500/kaleng (390 gr), jenis susu bubuk merek Bendera 30.000/dos (400 gr) dan merek Dancow Rp31.000/dos (400 gr).

Mentega Blue Band Rp39.000/kg, Amanda Rp15.000/kg, kacang tanah kupas Rp26.000/kg, kacang kedelai lokal Rp10.000/kg dan kacang hijau Rp17.000/kg.


Sumber : Antara