Detil Berita

Subdivre Tulungagung Prioritaskan Pembagian Raskin ke-13

Perum Bulog Subdivre Tulungagung, Jawa Timur, saat ini lebih memprioritaskan pembagian beras untuk warga miskin (raskin) tahap 13 dibandingkan dengan alokasi beras bersubsidi sejenis untuk kebutuhan reguler.

"Khusus untuk bulan Agustus ini jatah raskin dari Bulog diberikan dobel, satu merupakan raskin ke-13 yang kami berikan sebelum Lebaran dan satunya adalah raskin reguler yang biasa didistribusikan tiap bulannya," kata Kepala Bulog Subdivre VIII, Mohammad Fauzy di Tulungagung, Jumat.

Ia tak merinci total jumlah penerima raskin ke-13 di wilayah tugasnya yang meliputi Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Blitar, dan Kota Blitar.

Fauzy hanya menyampaikan bahwa total paket raskin ke-13 yang telah didistribusikan ke daerah-daerah yang ada di area tugasnnya berjumlah 3.000 ton lebih.

Ia menargetkan seluruh proses distribusi raskin ke-13 bisa selesai sebelum Idul Fitri 1433 Hijriah.

"Karena ini bagian dari upaya pemerintah dalam menstabilkan harga beras, maka distribusi raskin harus sudah selesai maksimal H-2 Lebaran, tidak boleh lebih dari itu," katanya.

Untuk mempermudah proses pembagian tersebut, pihaknya telah bekerja sama dengan masing-masing kecamatan dan desa untuk mengoordinasi warganya yang telah ditetapkan sebagai penerima raskin dari Bulog.

Selain raskin ke-13, seluruh warga juga masih akan menerima raskin untuk jatah reguler Agustus 2012.

Distribusi beras bersubsidi tersebut dijadwalkan setelah Lebaran atau menjelang akhir Agustus 2012.

"Pembayarannya nanti otomatis menjadi satu, yang mengoordinir nanti adalah perangkat desa masing-masing dan diharapkan sudah bisa terbayarkan semua bulan depan," ujarnya.

Fauzy mengatakan, pembagian raskin dua tahap itu untuk meringankan beban ekonomi masyarakat miskin selama masa Lebaran.

Khusus di Kabupaten Trenggalek, jumlah penerima raskin tercatat sebanyak 6.504 kepala keluarga dengan asumsi masing-masing KK menerima jatah raskin sebanyak 15 kilogram.

Total beras bersubsidi yang digelontorkan ke daerah yang terkenal dengan produksi keripik tempe itu ditaksir mencapai 975 ton per bulan.

Raskin dijual Bulog dengan harga sangat murah, yakni Rp1.600 per kilogram atau lebih murah Rp5.000 dibandingkan dengan harga normal beras sejenis di pasar umum yang biasanya sekitar Rp6.600 per kilogram.

Bulog bisa menjual beras raskin dengan harga sangat murah karena telah mendapat subsidi dari pemerintah sebesar Rp5.000 per kilogram.

 

SocialTwist Tell-a-Friend

Alih Bahasa