Detil Berita
Divre NTT Serap Beras Lokal 4.654 Ton
Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Timur hingga Juli 2012 baru menyerap 4.654 ton beras petani lokal dari target yang ditetapkan selama 2012 sebanyak 15 ribu ton.
Beras itu diperoleh dari daerah-daerah penghasil seperti Ba'a di Rote Ndao, Lembor di Manggarai Barat, Mbay di Nagekeo, Lewa di Sumba Timur, Kodi di Sumba Barat Daya dan sejumlah daerah di Pulau Timor," kata Humas Bulog setempat Marselina Radja, di Kupang, Sabtu.
Dia mengatakan rendahnya serapan ini berkaitan stok yang disediakan petani belum seberapa karena terhambat aktivitas pembangunan saluran irigasi dan kendala lain seperti hama belalang dan cuaca ekstrim.
Panen yang seharusnya dalam setahun bisa tiga kali, tahun ini hanya bisa berlangsung satu kali.
Karena itu proyeksi Bulog NTT untuk membeli beras petani setempat mencapai 15 ribu ton kemungkinan sulit untuk dicapai seperti pada 2011 yang hanya mencapai 5.000 ton lebih dari target 10 ribu ton," katanya.
Untuk itu, Bulog terpaksa mendatangkan beras dari luar NTT seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTT.
Bulog juga bersinergi dengan Dinas Pertanian setempat untuk mengintensifkan produksi padi di sentra-sentra produksi.
Sentra produksi padi terdapat di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo dan sebagian kecil terdapat di Rote Ndao, Kupang, Sumba Timur dan Sumba Barat Daya.
"Produktivitas hasil padi sawah di wilayah-wilayah itu rata-rata mencapai 3,6 ton/ha dan padi ladang sekitar 2,1 ton/ha masih jauh tertinggal jika dibanding dengan daerah penghasil beras di luar NTT," katanya.
