Detil Berita

NTB Dukung Pelibatan Bulog Dalam Pengadaan Kedelai

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendukung pelibatan Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam pengadaan kedelai sebagaimana dikehendaki Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan, sehingga produsen tahu dan tempe tidak lagi kesulitan bahan baku.

"Kami dukung kehendak Mendag soal pelibatan Bulog dalam pengadaan kedelai," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB Lalu Imam Maliki, di Mataram, Senin.

Ia mengatakan, semestinya Bulog diberi kewenangan untuk pengadaan bahan pangan selain beras agar membantu masyarakat mengatasi kesulitan pada saat-saat tertentu, seperti sekarang ini.

Sejak sepekan terakhir ini, harga kedelai lokal di wilayah NTB melonjak hingga mencapai Rp6.900/kilogram. Bahkan harga kedelai di tingkat pedagang besar naik dari Rp6.000 menjadi Rp7.800/kilogram dan itu berlaku bagi produsen yang membeli dengan tunai. Biasanya paling tinggi sebesar Rp6.000/kilogram.

Jika produsen tahu dan tempe yang membeli bahan baku kedelai dengan cara membayar setelah produk laku, harus rela membayar dengan harga Rp8.000/kg.

Selain kedelai lokal, juga beredar kedelai impor, termasuk yang diimpor dari Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya, mengingat dari 2,2 juta ton kebutuhan kedelai, hanya 800 ribu hingga 850 ribu ton yang bisa dipasok dari dalam negeri, sisanya impor.

Karena itu, harga kedelai secara nasional melonjak, ketika terjadinya peningkatan harga komoditas kedelai akibat kekeringan di AS dan beberapa negara lainnya.

Harga kedelai impor yang semula Rp5.000-Rp6.000/kilogram kini telah bergerak menjadi Rp7.000-Rp8.000/kilogram. Kondisi ini telah memicu pemogokan para perajin tempe dan tahu beberapa hari terakhir ini.

"Kalau saja Bulog diberi kewenangan pengadaan kedelai, maka kesulitan tersebut dapat diatasi, minimal tidak berdampak pada kebangkrutan perajin tahu dan tempe," ujar Imam.

Imam mengakui, dukungan Pemprov NTB terhadap kebijakan Mendag hendak melibatkan Bulog dalam pengadaan kedelai, juga merupakan aspirasi dari para produsen tahu dan tempe di Kota Mataram dan kabupaten/kota lainnya.

Para produsen tahu dan tempe itu menghendaki keterlibatan Bulog agar pengadaan kedelai tidak dimonopoli pengusaha tertentu yang menyebabkan harga komoditas itu dinaikkan secara sepihak.

"Kalau bisa Bulog menangani pengadaan kedelai ini sehingga produsen tahu dan tempe bisa memperoleh bahan baku dengan harga terjangkau," kata Imam.


Sumber : Antara

 

SocialTwist Tell-a-Friend

Alih Bahasa