Detil Berita

DORD Pangkalpinang Minta Bulog Salurkan Raskin Ke-13

Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Irianto Tahor, meminta Bulog menyalurkan Raskin ke-13 kepada masyarakat miskin untuk menekan kenaikan harga beras menjelang Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah.

"Kami berhatap pada Agustus 2012 Bulog Subdrive Bangka menyalurkan Raskin ke-13 ke masing-masing rumah tangga sasaran (RTS), sehingga permintaan beras masyarakat di pasar akan menurun" ujarnya di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan, raskin ke-13 ini disalurkan pada akhir akhir tahun, namun raskin ke-13 tahun ini diharapkan disalurkan bersamaan dengan alokasi penyaluran raskin di Agustus sebanyak 30 kilogram per RTS.

"Jika masing-masing RTS sudah menerima beras, maka mereka tidak perlu lagi mencari ke pasar, yang akan menyebabkan permintaan menjadi tinggi dan harga pun akan melonjak," ujarnya.

Ia mengatakan, jumlah RTS di Pulau Bangka sebanyak 12.504 kepala keluarga tersebar Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, sementara Kabupaten Bangka Selatan.

Dari 12.504 RTS dengan rincian Jumlah RTS penerima raskin di Kota Pangkalpinang 5.751 kepala keluarga, RTS di Kabupaten Bangka 9.582 kepala keluarga, Kabupaten Bangka Barat 4.950 keluarga, Bangka Tengah 7.276 kepala keluarga.

"Apabila sebanyak 5.751 RTS di Kota Pangkalpinang masing-masing menerima 30 kilogram raskin, sehingga permintaan beras di pasar akan berkurang sebanyak 172.530 kilogram," ujarnya.

Menurut dia, Saat ini, harga beras di pasar mulai merangkak naik dan diperkirakan akan terus naik hingga Hari Raya Idul Fitri karena meningkatnya permintaan beras masyarakat.

"Saat ini, harga beras jenis premium seperti merek RM, TR dan lainnya sudah mencapai Rp10 ribu per kilogram dari harga normal Rp9.000 per kilogram," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, kami berharap Bulog segera menyalurkan jatah beras ke-13 pada Agustus karena selama puasa dan lebaran, biasanya masyarakat memasak lebih banyak, apalagi saat lebaran, konsumsi beras masyarakat akan semakin tinggi.

"Sampai saat ini, Kota Pangkalpinang masih mengandalkan pasokan beras dari daerah sentra produksi beras dari Pulau Jawa dan Sumatera karena Pangkalpinang belum mampu memproduksi beras seiring terbatasnya lahan pertanian di daerah itu," ujarnya.


Sumber : Antara

 

SocialTwist Tell-a-Friend

Alih Bahasa