Detil Berita

Subdivre Jember Salurkan Raskin Periode Juni

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre XI Jember akhirnya menyalurkan beras untuk masyarakat miskin (raskin) bulan Juni 2012 kepada 230.629 rumah tangga sasaran (RTS) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin.

Penyaluran raskin biasanya dilaksanakan awal bulan, namun penyaluran raskin bulan Juni di Kabupaten Jember molor karena Pemkab Jember belum melakukan sosialisasi kuota pengurangan raskin, dan pihak Bulog belum menerima rincian data penerima raskin di kabupaten setempat, sehingga baru direalisasikan pekan ini.

"Kami baru bisa menyalurkan raskin bulan Juni pada hari ini karena Pemkab Jember sudah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat tentang berkurangnya jatah raskin di Jember," kata Kepala Bulog Sub Divre XI Jember, Tri Wahyudi Saleh.

Kuota penerima raskin di Kabupaten Jember berkurang sebanyak 6.671 RTS, dari 237.300 RTS menjadi 230.629 RTS berdasarkan pendataan program perlindungan sosial (PPLS) tahun 2011 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut dia, tidak hanya Kabupaten Jember yang mengalami penurunan jumlah penerima raskin, namun penurunan jatah raskin juga terjadi di beberapa kabupaten di Jatim antara lain Kabupaten Bondowoso, Situbondo, dan beberapa kabupaten di Madura.

"Penurunan jatah raskin itu merupakan kebijakan dari Tim Pengendalian dan Pengentasan Kemiskinan (TP2K) yang kewenangannya ditangan Wakil Presiden (Wapres) Boediono dan Menko Kesra Agung Laksono," paparnya.

Ia menjelaskan penyaluran raskin di 31 kecamatan di Kabupaten Jember akan dilakukan secara bertahap di balai desa/kelurahan setempat dan diharapkan penyaluran raskin tuntas sebelum akhir Juni mendatang.

"Hari ini penyaluran raskin dilakukan di dua kecamatan di kawasan Jember selatan yakni Kecamatan Puger dan Tempurejo, selanjutnya akan dilanjutkan di beberapa kecamatan lainnya," katanya.

Masing-masing penerima raskin akan mendapat jatah beras sebanyak 15 kilogram dengan harga Rp1.600 perkilogram.

Sementara Asisten II Pemkab Jember, Slamet Urip Santoso, mengatakan pemkab bersama Bulog Jember sudah melakukan sosialisasi terkait dengan pengurangan jatah raskin di kabupaten setempat.

"Kami sosialisasikan kepada camat, kepala desa atau lurah tentang berkurangnya jatah raskin di Jember, sehingga informasi tersebut bisa disampaikan kepada warganya," tukasnya.

Ia berharap tidak ada konflik di kalangan masyarakat yang dicoret dari daftar penerima raskin terkait dengan berkurangnya kuota raskin di Jember karena mereka sudah dianggap mampu, sehingga tidak perlu mendapatkan raskin lagi.

"Berkurangnya jatah raskin di Jember membuktikan bahwa sejumlah program yang dilakukan Pemkab Jember untuk mengurangi angka kemiskinan berhasil, sehingga jumlah warga miskin berkurang," tuturnya, menambahkan.



Sumber : Antara

 

SocialTwist Tell-a-Friend

Alih Bahasa