Detil Berita
Serapan Divre Jateng 6.000 Ton Per Hari
Perum Bulog Divre Jawa Tengah hingga awal Mei ini mampu meyerap 5.500 ton hingga 6.000 ton per hari setara beras (gabah dan beras) dan diperkirakan penyerapan masih tinggi hingga bulan Juli.
"Pada bulan Mei, kami memperkirakan penyerapan agak menurun karena petani perlu mengeringkan gabah sebelum dijual," kata Humas Perum Bulog Divre Jateng Siti Retno Farida di Semarang, Jumat.
Akan tetapi pada panen gabah kedua, yakni pada Juni hingga Juli, diperkirakan penyerapan akan kembali naik hingga 5.500 ton sampai 6.000 ton setara beras per hari.
Farida menyebutkan, hasil serapan beras petani hingga Jumat (11/5) siang sudah mencapai 402.579 ton atau 51,5 persen dari Prognosa 2012 sebesar 781.750.000 ton.
Secara rinci penyerapan gabah sebanyak 119.884 ton dan penyerapan beras 316.453 ton.
Sementara jika dilihat penyerapan beras berdasarkan sumbangan dari masing-masing sub divre, yakni sebanyak 80.539 ton (Pati), 78.376 ton (Pekalongan), 74.578 ton (Semarang), 65.232 ton (Surakarta), 62.214 (Banyumas), dan dari sub Divre Kedu sebanyak 41.640 ton.
Pada musim panen kedua bulan Juli, Perum Bulog Divre Jateng menargetkan mampu menyerap beras hingga 75 persen hingga 80 persen dari prognosa tahun ini.
Pembelian beras petani oleh Bulog disesuaikan dengan harga pembelian pemerintah yang terbaru yakni Rp6.600 perkilogram.
"Dari stok setara beras yang ada hingga saat ini, kami optimistis dapat mencukupi kebutuhan penyaluran hingga tujuh bulan ke depan atau November 2012," demikian Siti Retno Farida.
Sumber : Antara
