Detil Berita
100 BulogMart Beroperasi Pada 2012
Perum Bulog menargetkan pendirian dan pengoperasian "Bulog Mart" yang merupakan pengembangan jaringan bisnis BUMN itu sebanyak 100 unit pada 2012.
"Saat ini baru lima Bulog Mart yang beroperasi, ditargetkan pada 2012 ada 100 unit Bulog Mart yang berdiri dan beroperasi di sejumlah daerah di Indonesia," kata Direktur Perum Bulog Soetarto Alimuso di sela-sela peresmian Bulog Mart ke-5 bertepatan dengan HUT Bulog di Kompleks Divre Jawa Barat di Bandung, Rabu.
Selain di Bandung, Bulog Mart juga diresmikan di Semarang, Malang, Makasar dan Bandar Lampung.
Bulog Mart dengan moto "Menjangkau Kepuasan Anda", menurut Soetarto fokus untuk mendukung stabilitas harga beras di masyarakat sehingga menitik beratkan pada komoditas beras, gula dan minyak goreng.
Meski demikian, kebutuhan lainnya tersedia seperti halnya pasar swalayan lainnya. Menurut Soetarto, layanan terbaru dari Bulog itu diharapkan menjadi salah satu model lebih mendekatkan Bulog kepada masyarakat.
"Ke depan operasi pasar bisa langsung dilakukan di Bulog Mart yang lokasinya berada di daerah dan strategis, semua kelas beras kita jual di sana," katanya.
Konsep stabilisasi harga pangan diusung Bulog dalam mengembankan ritel tersebut, beras premium dan beras medium serta gula dan minyak goreng disediakan dalam porsi lebih banyak.
"Dalam operasi pasar, tak hanya beras medium saja karena beras premium juga sering menggerek harga beras. Harga beras premium naik, medium juga naik. begitu sebaliknya, dengan ada OP beras premium dan medium di Bulog Mart diharapkan akan tercipta keseimbangan harga," katanya.
Ia menyebutkan, Bulog Mart ke depan akan ditempatkan minimal di setiap gudang Bulog yang terdiri dari 1751 unit yang tersebar di 132 Sub Divre di 26 Divre di seluruh Indonesia.
"Target ke depan bisa merealisasikan 1800 Bulog Mart di seluruh Indonesia," katanya.
Pihaknya menyiapkan sistem pelayanan pembayaran online dan pengantaran langsung kepada pelanggan. Hal itu dalam rangka memberikan alternatif pilihan dalam belanja dan pemenuhan pangan masyarakat.
Program yang merupakan pengembangan dari Perusahaan Gabah dan Beras (PGB) Bulog itu, ke depan akan maksimalkan peran jaringan gudang di daerah untuk lebih berdaya dan memberikan nilai lebih dalam pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam menyediakan kebutuhan pangan.
"Dalam waktu dekat akan diinventarisasi dulu lokasinya, mana yang cocok untuk jaringan bisnis baru Bulog ini, dan yang jelas bisa memberikan alternatif bagi masyarakat dan memberi nilai tambah bagi perusahaan," kata Soetarto Alimuso menambahkan.
Sumber : Antara
