Detil Berita
Divre Sulsel Realisasikan Pengadaan 140.000 Ton Beras
Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Selatan sepanjang kwartal pertama 2012 ini sudah merealisasikan prognosa pengadaan beras hingga 78 persen atau berkisar 140 ribu ton dari kontrak yang terbit sekitar 150 ribu ton.
"Khusus untuk Divisi Regional (Divre) Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, prognosa serapan beras kita itu sudah mencapai angka 78 persen atau sekitar 140 ribu ton dari kontrak 150 ribu ton," ujar Kepala Divre Bulog Sulsel, Tommy S Sikado di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan, dari 11 kabupaten dan kota yang menjadi penghasil dari beras serta gabah kering giling (GKG) ini, Kabupaten sidrap, Kota Parepare, Kabupaten Wajo, Pinrang, Palopo, Luwu dan Bulukumba menjadi daerah paling banyak menyerap beras.
Diungkapkannya, pada tahun ini rata-rata realisasi beras mencapai 3.500 hingga 4.000 ton per hari dengan kepadatan tertinggi ada di bulan April.
Karena itu, pihaknya sangat yakin jika ke depan nanti realisasi prognosa akan semakin besar dengan target secara nasional pada September bisa mencapai 70 persen, sehingga sisa 30 persen akan direalisasikan pada panen akhir tahun.
Pada skala nasional sepanjang kuartal pertama 2012 ini, menurutnya, Bulog Divre Sulsel telah merealisasikan prognosa pengadaan beras hingga 180.267 ton atau 22 persen dari total prognosa sebesar 526 ribu ton beras.
"Untuk skala nasionalnya, kami sudah mencapai angka 22 persen atau sekitar 180 ribu ton lebih prognosa di tahun ini, dan secara Divre Sulsel kami sudah mencapai angka 78 persen atau sekitar 140 ribu ton dari kontrak yang terbit," paparnya.
Dia menambahkan, pencapaian Bulog tersebut tidak lepas dari kelancaran panen petani di berbagai kabupaten kota penghasil padi di Sulsel.
Selain itu, lanjutnya, karena hampir seluruh kabupaten maupun kota penghasil padi di Sulsel melakukan panen secara bersamaan, sehingga pencapaian prognosa kuartal pertama sudah semakin tinggi.
"Jika dibandingkan dengan tahun 2011 dengan kuartal yang sama, Bulog Sulsel hanya merealisasikan sekitar 98.997 ton beras, bahkan masih jauh lebih rendah di 2010 yang hanya 45.867 ton rentang waktu Januari hingga April," ungkapnya.
Tommy S Sikado mengatakan, target Bulog Sulsel pada tahun 2012 ini memang jauh lebih tinggi dari dua tahun sebelumnya, karena tingginya intensitas semua pihak di jajarannya untuk memaksimalkan potensi dari petani.
Sumber : Antara
