Detil Berita
BULOG Terima Pagu Raskin Kabupaten/Kota Sumut
BULOG Divre Sumut mengaku sudah menerima pagu beras warga miskin atau raskin untuk pemerintah kota/kabupaten di Sumatera Utara dari pemerintah provinsi tersebut.
"Ketetapan Gubernur Sumut tentang pagu raskin untuk kabupaten/kota diterima Bulog Sumut, Kamis (26/1) siang," kata Humas BULOG Divre Sumut, Rusli, di Medan, Kamis malam.
BULOG sudah langsung merespon keputusan itu dengan berkoordinasi dengan perwakilan BULOG yang ada di beberapa kota/kabupaten.
Sembari menunggu keputusan dari wali kota/bupati tentang pagu raskin untuk kecamatan masing-masing di daerah, BULOG harus sudah menyiapkan diri untuk bisa segera menyalurkan raskin.
"BULOG tinggal menunggu SK (surat keputusan) pagu raskin untuk kecamatan dari pemerintah kota/kabupaten dan SPA (Surat Perintah Alokasi) untuk segera menyalurkan raskin itu," katanya.
Penyaluran raskin diyakini bisa lancar dilaksanakan karena stok beras di BULOG cukup aman dan tidak adanya tunggakan 2011 dari pemerintah kota/kabupaten.
Stok beras BULOG bisa untuk tujuh bulan alokasi rutin daerah itu.
Penyaluran raskin dengan cepat sangat membantu masyarakat termasuk bisa mendukung pemerintah dalam menekan inflasi.
Dengan adanya raskin di tangan warga, pembelian beras di pasar sedikit berkurang sehingga bisa menekan gejolak harga jual.
"Penyaluran raskin memang harus cepat karena diharapkan bisa menekan inflasi dari harga beras yang selama Januari ini melonjak karena pasokan ketat menyusul belum memasuki masa panen," katanya.
Dia mengakui, pagu raskin untuk Provinsi Sumut masih seperti 2011 sebanyak 150.905 ton untuk 383.363 rumah tangga sasaran atau RTS.
Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut, Nasser Atorf, mengakui, TPID memang sudah mendesak Bulog untuk menyalurkan segera raskin dan meminta Dinas Pertanian Sumut mengawal tanaman padi yang akan memasuki masa panen.
Desakan merealisasikan penyaluran raskin dan mengawal hasil tanaman padi petani itu dilakukan untuk bisa menekan harga jual beras di pasar yang dewasa ini menguat.
"Hasil pantauan tim, harga beras terus menguat dan akan menjadi salah satu pemicu inflasi pada Januari dan itu harus diatasi untuk tidak berlanjut hingga bulan berikutnya," katanya.(im)
Sumber : ANTARA
