Detil Berita

Penyaluran Raskin Tak Terhenti Hari Libur

Perum Bulog Divre Jawa Barat menggenjot penyaluran beras untuk keluarga miskin (Raskin) ke-13 pada akhir Desember 2011 tanpa memberlakukan hari libur.

"Penyaluran Raskin ke-13 yang digulirkan sejak 15 Deember 2011 terus dilakukan tanpa ada hari libur. Pendistribusian terus dilakukan, Hari Sabtu dan Minggu gudang tetap melayani penyaluran Raskinke ke-13," kata Kepala Humas Bulog Jabar, Sobar Husein di Bandung, Selasa.

Penyaluran Raskin ke-13 di wilayah Jawa Barat dilakukan setelah keluarnya SK Menko Kesra No.B-250/MENKO KESRA/XVII/2011 dan Surat Kementerian Keuangan Nomor S.3242/AG/2011 tertanggal 14 Desember 2011 tentang Raskin ke-13.

Alokasi beras bersubsidi untuk wilayah Jawa Barat, kata Sobar sebanyak 42.000 ton atau satu bulan alokasi raskin dengan jumlah penerima 2,8 juta rumah tangga sasaran (RTS) yang tersebar di 26 kabupaten/kota di provinsi itu.

Pendistribusian Raskin dilakukan hingga ke titik distribusi atau tingkat desa, selanjutnya penyaluran dilakukan ke tingkat RT/RW dengan alokasi 15 kilogram per RTS.

"Diharapkan penyaluran Raskin ke-13 tanpa henti di hari Sabtu dan Minggu bisa optimal diterima oleh rumah tangga sasaran yang masih membutuhkan Raskin di akhir tahun," kata Sobar.

Kehadiran Raskin selama ini, kata Sobar cukup berperan dalam menekan kenaikan harga beras di pasaran. Selain jumlahnya cukup signifikan setiap bulannya, juga pendistribusiannya langsung ke masyarakat. Demikian halnya pada akhir musim panen atau musim paceklik seperti pada akhir tahun ini, peran Raskin ke-13 cukup berpengaruh sehingga kenaikan harga beras di pasaran tidak terlalu besar.

"Kenaikan beras di akhir tahun ini yang berbarengan paceklik memang ada , namun tidak terlalu tinggi dan secara umum masih terkendali," katanya.

Kenaikan harga beras yang terjadi di akhir 2011, kata dia tidak lepas kaitannya dengan hari besar keagamaan dan Tahun Baru 2012 yang meningkatkan permintaan terhadap beras. Kenaikan juga terjadi di beberapa komoditi bahan makanan dan sayuran.

"Dibandingkan dengan aklhir 2010 lalu, kenaikan harga beras di akhir tahun ini relatif lebih stabil dan terkendali. Meski demikian di Indramayu dan Kota Bandung ada kenaikan lebih tinggi sehingga Bulog menggelar Operasi Pasar kedua daerah itu," kata Sobar.

Di Kota Bandung, Sub Divre Bandung menggelar OP di lima pasar tradisional yakni di Pasar Kiaracondong, Kosambi, Sederhana, Andir dan Pasar Baru Bandung.

Sejauh ini, kata Sobar OP baru digelar di kedua wilayah itu karena mengalami kenaikan harga beras yang relatif lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya, meski prosentasenya tidak setinggi tahun lalu.

"Stok beras di Bulog Jabar yang tersebar di tujuh gudang Sub Divre mencukupi untuk tiga bula ke depan, begitu dibutuhkan operasi pasar langsung dikirim dengan mekanisme lebih sederhana. Bulog langsung menempatkan beras di pasar dengan harga di bawah harga pasar," kata juru bicara Bulog Jabar itu menambahkan.


Sumber : Antara

 

SocialTwist Tell-a-Friend