Detil Berita

Perkembangan pasca Meletusnya Gunung Sinabung di Kabanjahe, Kab. Tanah Karo

Hasil Kunjungan langsung Tim Divre Sumut Senin tanggal 30 Agustus 2010 ke lokasi waktu yang lalu menyimpulkan bahwasannya Kepanikan yang menyebabkan pengungsian secara besar-besaran pada saat meletusnya Gunung Sinabung dikarenakan Masyarakat sekitar tidak mendapat peringatan dini dari pihak Pemda/BMKG bahwa Gunung tersebut akan meletus.

Berdasarkan hasil temuan Tim Vulkanologi Bandung menyatakan 12 Desa yang berjarak +/- 6 Km dari lokasi letusan Gunung Sinabung dinyatakan statusnya SIAGA 1, sementara 9 Desa dinyatakan daerah RAWAN 1 dan 10 Desa lainnya dinyatakan daerah RAWAN II, dimana Masyarakat yang mengungsi saat ini tersebar di beberapa tempat penampungan.

Untuk penanganan Pengungsi, pihak Pemkab Tanah Karo dan Dinas Sosial Kab. Tanah Karo membuthkan bantuan Beras CBP untuk persediaan selama 2 minggu dan telah ditindaklanjuti oleh pihak Kansilog Kabanjahe Subdivre Medan dengan mengirimkan bantuan Beras CBP untuk kebutuhan pengungsi sebanyak 8.000 Kg. Sedangkan sisanya akan segera dikirimkan sesuai permintaan lanjutan Pemkab Tanah Karo dan Dinas Sosial Kab. Tanah Karo.

Seluruh Asset BULOG di Wilayah Kerja Kansilog Kabanjahe Kab. Tanah Karo baik bangunan Kantor maupun Gudang tidak mengalami kerusakan pasca letusan. Seluruh Karyawan baik Organik maupun non Organik beserta keluarga tidak ada yang menjadi korban dan tetap bekerja seperti biasa serta turut aktif dalam Susunan Tim Penanganan Bencana Alam Pemkab Tanah Karo.

Posisi stock operasioanal beras Gudang Kabanjahe (Kapasitas Timbun 1.000 Ton) membawahi 3 Kabupaten (Dairi, Tanah Karo & Pak-Pak Bharat) per 30 Agustus 2010 berkisar 1.340 Ton dengan rata-rata penyaluran per bulan sebesar 940 Ton, sehingga stock tersebut mampu untuk ketahanan stock sekitar 1,4 bulan. (RDW)

 

SocialTwist Tell-a-Friend