Detil Berita

BULOG Kejar 1,3 Juta Ton Pengadaan Gabah

Perum BULOG masih harus mengejar pengadaan beras dalam negeri sebanyak 1,2 hingga 1,3 juta ton gabah lagi hingga akhir tahun untuk mencapai target sebanyak 3,2 juta ton.

Dirut Perum BULOG Sutarto Alimoeso di Jakarta, mengatakan, saat ini realisasi pengadaan beras dalam negeri oleh BUMN pangan tersebut sebanyak 1,8 juta ton masih jauh dari target 2010.

"Idealnya pengadaan dalam negeri 3 juta ton sedangkan target kami 3,2 juta ton. Oleh karena itu masih diperlukan lagi pengadaan antara 1,2 hingga 1,3 juta ton," katanya.

Menurut dia, pengadaan beras sebanyak itu untuk mencukupi stok pangan dalam negeri yang pada akhir tahun tidak boleh kurang dari 1,5 juta ton.

Menanggapi kemampuan BULOG untuk menyerap beras sebanyak itu terkait waktu yang tinggal empat bulan, Sutarto menyatakan, jika produksi beras dalam negeri seperti yang ditargetkan Kementerian Pertanian tercapai maka pihaknya bisa menyerap seberapapun banyaknya.

Dikatakannya, saat ini laju pertumbuhan penduduk 1,49 persen oleh karena itu kenaikan produksi pangan harus melebihi angka tersebut.

Pada tahun 2007, tambahnya, peningkatan produksi padi sebanyak 4,96 persen dibandingkan 2006 sedangkan pengadaan beras dalam negeri oleh BULOG mencapai 1,7 juta ton.

Sementara itu pada 2008 pengadaan beras dalam negeri oleh Bulog meningkat menjadi 3,2 juta ton karena produksi padi nasional juga meningkat sebesar 5,4 persen.

Sedangkan pada 2009 pertumbuhan produksi padi nasional mencapai 6,6 persen sehingga pengadaan beras oleh BULOG juga meningkat 3,7juta ton.

Pada 2010, lanjutnya, Perum BULOG menargetkan pengadaan beras dalam negeri meningkat 1,17 persen dibandingkan tahun lalu.

"Makin tinggi tingkat produksi makin tinggi penyerapan beras oleh BULOG," katanya.

Meskipun demikian Sutarto menyatakan, saat ini musim panen sudah mencapai 60 persen dari areal panen sedangkan hingga akhir tahun tinggal 30 persen yang akan panen.

Menurut dia, dengan adanya perubahan iklim yang berdampak pada kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi maka bisa berpengaruh pada produksi pangan 2011.

"Untuk 2010 ini aman tapi pada 2011 masih masih menghadapi tanda tanya dengan perubahan iklim," katanya. (nrt)

Sumber : Antara

 

SocialTwist Tell-a-Friend