Detil Berita
Stok Beras Perum BULOG Divre Bengkulu Cukup Enam Bulan
Stok beras di gudang Badan Urusan Logistik Divre Bengkulu saat ini cukup untuk kebutuhan pangan penduduk Bengkulu selama enam bulan ke depan. Stok sebanyak itu sekarang sudah disebar di beberapa gudang pada tingkat kabupaten untuk memudahkan penyalurannya kepada masyarakat, kata Kepala Divisi Regional (Divre) Bengkulu Rizal Effendi, Senin.
Stok beras sebanyak itu, kata dia, disimpan di gudang Kota Bengkulu 6.500 ton, sedangkan sisanya disimpan di gudang di Curup, Rejang Lebong dan di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Stok beras sebanyak itu, diperkirakan mencukupi kebutuhan pangan penduduk Provinsi Bengkulu selama enam bulan ke depan termasuk selama bulan puasa, lebaran, hari natal dan tahun baru 2011.
Namun bila dalam keadaan darurat stok beras sebanyak itu ternyata kurang, maka akan didatangkan lagi dari Jawa Timur dan provinsi tetangga, tapi kemungkianan kekurangan itu sangat kecil.
Karena produksi padi petani tahun ini cukup lumayan akibat didukung cuaca hujan dan kurangnya serangan hama padi petani, karena petani tahun ini melakukan musim tanam serentak.
Pengadaan beras lokal Bulog Bengkulu pada tahun 2010 dari target 2.000 ton seluruhnya sudah tercapai pada bulan Juli, beras tersebut juga akan dijadikan stok tambahan dari yang ada sekarang. Beras pengadaan lokal itu dibeli dari petani di sentra produksi beras, antara lain ada di Talang Benih, Rejang Lebong, Bengkulu Utara dan sentra produksi Seginim di Bengkulu Selatan. Namun ada juga yang dibeli dari produksi beras petani provinsi tetangga, antara lain dari Belitang wilayah Sumatera Selatan.
Produksi tanaman padi di Bengkulu tahun ini ada peningkatan karena didukung musim hujan, berbeda dengan tahun sebelumnya terlalu banyak kemarau dan areal persawahan petani banyak kekeringan dan tingginya serangan penyakit.
"Kami juga membeli gabah petani walaupun dalam jumlah kecil untuk diolah pada unit penggilingan gabah Bulog (UPGB)," ujarnya.
Produksi beras dari UPGB tersebut dikemas dengan baik kemudian dijual dengan harga Rp130.000 per karung ukuran 20 kg, sedangkan harga di pasaran umum lebih tinggi.
Harga beras produksi Bulog itu lebih murah bila dibandingkan dengan beras kemasan dari luar Bengkulu seperti merek Rojo Lele sekarang dijual pedagang Rp165.000 per 20 kilogram dan merk Panten di jual pedagang Rp180.000 per 20 kilogram, sedangkan kualitasnya sama.
Beras kemasan Bulog Bengkulu itu sebagian dipasarkan ke koperasi karyawan, koperasi pegawai negeri dan dijual pada beberapa titik murah di daerah ini. (nrt)
Sumber : Antara
