Detil Berita
Penyaluran Raskin di Jambi Capai 87 Persen
Penyaluran beras untuk keluarga miskin di Provinsi Jambi selama delapan bulan atau sejak Januari hingga Agustus 2010 terealisasi 13.906 ton atau mencapai 87,48 persen dari pagu 14.374 ton.
Kabid Pelayanan Publik Perum BULOG Jambi Damin Hartono Roestam di Jambi, Kamis mengatakan, tiap bulannya Perum BULOG menyalurkan raskin rata-rata 1.500 ton atau untuk delapan bulan sebanyak 14.374 ton.
Memasuki akhir Agustus 2010, jumlah raskin yang tersalurkan sudah mencapai 13.908 ton atau 87,48, sisanya 466 ton akan disalurkan pada bulan berikutnya.
Ia menyebutkan, lancarnya pendistribusian Raskin tersebut juga turut membantu meredam lonajkan harga atau menjaga kestabilan harga beras di pasaran.
Perum BULOG Jambi dalam setahun mendatangkan beras untuk stok atau cadangan beras, termasuk pengadaan untuk raskin yang didatangkan dari Provinsi Jawa Timur.
Dalam pengadaan stok beras baik untuk raskin maupun antisipasi bencana alam Jambi masih mengandalkan beras dari Provinsi Jawa Timur, karena produksi beras lokal belum mampu dijadikan cadangan.
Produksi beras lokal untuk pengadaan baru bisa memenuhi 17 persen atau lima ton dari 30 ton yang dicadangakan tiap tahun tersebut, dimana 25 ton didatangkan lewat Provinsi Jawa Timur melalui Pelabuhan Teluk Bayur Sumatera Barat.
Ia menyebutkan, kendati tiap tahunnya BULOG Jambi mendatangkan beras untuk cadangan dari luar daerah, namun pengadaan dan pendistribusian beras di Jambi berjalan lancar atau tidak pernah terjadi kelangkaan.
Mananggapi harga beras memasuki pekan ke tiga puasa Damin menyebutkan bergerak turun atau tidak terjadi lonjakan harga seperti kebutuhan pokok lainnya.
Harga beras ukuran standar pemerintah atau medium tetap stabil atau tidak melebihi harga Rp6.500/kg dan itu disebabkan banyak faktor termasuk lancarnya pendistribusian raskin.
"Memasuki musim panen ke dua serta letak Provinsi Jambi yang diapit daerah penghasilan beras, menyebabkan beras beredar di pasaran cukup banyak dan sebanding dengan permintaan," kata Damin Hartono Roestam.(im)
Sumber : ANTARA
