Detil Berita
BULOG NTT Belum Terima Perintah OP Beras
BULOG Divisi Regional (Divre) Nusa Tenggara Timur (NTT) sejauh ini belum menerima perintah untuk melakukan operasi pasar (OP) beras menyusul kenaikan harga beras yang cukup tajam di pasaran saat ini.
"Permintaan operasi pasar harus dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan setelah menerima permohonan dari gubernur, tetapi sampai hari ini belum ada perintah," kata Humas Perum BULOG Divre NTT Marselina Radja, di Kupang, Senin terkait rencana operasi pasar beras.
Dia mengatakan, BULOG sudah siap menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga beras di pasaran yang terus merangkak naik hingga mencapai Rp7.500/kg, jika sudah mendapat perintah dari Menteri Perdagangan. "Perum BULOG sudah siap untuk menggelar OP. Sekarang tinggal menunggu perintah dari Menteri Perdagangan," katanya.
Marselina Radja mengatakan belum ada pemberitahuan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT perihal operasi pasar. "Kita hanya mengetahui dari media massa bahwa surat persetujuan dari Menteri Perdagangan sudah ada tetapi belum ada pemberitahuan ke BULOG," katanya.
Secara terpisah Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindag NTT Simon Tokan mengatakan, pihaknya segera melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga beras di pasaran. "Kemungkinan Selasa (26/1) ini, kami sudah gelar operasi pasar beras, karena sudah mendapat persetujuan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu," kata Simon Tokan.
Simon Tokan mengemukakan Menteri Mari Elka Pangestu menyetujui pelaksanaan operasi pasar tersebut setelah membaca surat Gubernur NTT Frans Lebu Raya yang intinya meminta pelaksanaan operasi pasar menyusul kenaikan harga beras di pasaran Kupang mencapai 17 persen dari harga normal.
Berdasarkan hasil pemantauan tim Dinas Perindag NTT bersama pihak BULOG Divre NTT pada sejumlah pasar di Kota Kupang, kata Simon Tokan, harga beras berbagai jenis yang dijual di pasaran Kupang, sudah melampaui ambang batas kewajaran.
Beras jenis lonceng yang sebelumnya dijual di tingkat pedagang pengecer hanya Rp6.000/kg, kini melonjak naik menjadi Rp7.000/kg, beras cap Nona Kupang dari Rp6.000/kg menjadi Rp6.500/kg dan beras jenis jeruk dari Rp7.000/kg menjadi Rp7.500/kg.
Marselina Radja menambahkan stok beras yang dikuasai BULOG NTT saat ini berjumlah 37.292 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat daerah itu untuk empat bulan ke depan.
Stok beras yang ada juga siap digunakan untuk operasi pasar jika diperlukan untuk menstabilkan harga beras di pasaran, katanya.(eB)
Sumber:Antara
